Jajaran partai pengusung Rudy Mas`ud dan Seno Aji untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur semakin menguat. Sehari setelah menerima surat pengusungan dari Gerindra, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ini kembali mengantongi dukungan dari Nasdem.
Kabar tersebut pertama kali muncul dari akun Instagram Syarifah Suraidah, istri Rudy Mas`ud, yang mengunggah video saat Rudy menerima langsung surat rekomendasi dari Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, di Jakarta.
“Dengan rida Allah, hari ini Nasdem telah menyerahkan rekomendasi untuk mengikuti pilkada. Rekomendasi ini tentunya membawa harapan dan keyakinan agar (Rudy Mas`ud) terpilih sebagai gubernur,” ucap Paloh dalam video yang diunggah pada 12 Juli 2024.
Dengan merapatnya Nasdem – jika Golkar turut dihitung – total ada enam partai yang sudah mengusung pasangan calon Rudy-Seno di Pilgub Kaltim. Dari PAN yang pertama kali memberikan rekomendasi, disusul PKB dan PKS, hingga Gerindra dan Nasdem yang memberikan dukungannya pada 11-12 Juli 2024.
Menurut UU Pilkada, syarat minimal untuk bisa mendaftar ke KPU adalah pasangan calon harus diusung minimal 20 persen jumlah kursi partai atau gabungan partai di DPRD setingkat hasil pemilu terbaru.
Dengan demikian, jumlah kursi keterwakilan di DPRD Kaltim hasil pemilu legislatif pada 14 Februari 2024 menjadi tolok ukur. Dari 55 kursi yang ada, pasangan calon harus diusung keterwakilan dengan jumlah minimal 11 kursi.
Di Karang Paci, sebutan DPRD Kaltim, Golkar memiliki 15 kursi; Gerindra 10 kursi; PKB 6 kursi; PAN 4 kursi; PKS 4 kursi; dan Nasdem 3 kursi. Total ada 42 kursi yang sudah menyatakan sikap. Masih tersisa 13 kursi perwakilan dari tiga partai yang belum bersikap, yakni PDIP dengan 9 kursi; Demokrat dengan 2 kursi; dan PPP dengan 2 kursi.
Setelah menerima rekomendasi dari Gerindra, Rudy Mas`ud menegaskan masih melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai lain. Salah satunya, Demokrat dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) pengusung Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka yang belum memberikan dukungannya.
“Tak ketinggalan PDIP dan PPP. Politik daerah itu sebenarnya cair,” ucapnya, Kamis (11/7) malam.
Kian padatnya koalisi pengusungnya membuat wacana kolom kosong semakin deras. Namun Rudy tegas membantah dirinya memborong partai terlebih dukungan partai yang mengalir didapatnya tanpa mahar politik.
“Dukungan itu karena melihat rekam jejak kami,” katanya.
Keterbukaan dalam komunikasi politik yang ditempuhnya menjadi dasar amanah parpol menuju ke dirinya bersama Seno Aji untuk berlaga di gelanggang akbar lima tahunan Kaltim.
“Kalau komunikasi kaku, tidak cair, partai pasti berpaling,” singkat Anggota Komisi II DPR RI ini.
Pasangannya, calon wakil gubernur Seno Aji, juga menegaskan surat pengusungan itu tak lepas dari keinginan Gerindra agar ada kadernya yang maju dalam kontestasi. Sehingga saat dirinya yang notabene Sekretaris DPD Gerindra Kaltim berniat maju, partai tempatnya bernaung sepenuhnya mendukung.
“Kami ingin Kaltim jadi provinsi yang maju dan modern seiring hadirnya IKN,” katanya singkat.






