Rudy-Seno Borong Partai, Pilgub Kaltim Semakin Panas!

Rudy Mas'ud ketika menerima rekomendasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sehari setelah menerima rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim Rudy Mas’ud-Seno Aji kembali mendapatkan dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera.

Rudy-Seno menerima surat rekomendasi dari sekretaris jenderal PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsyi, pada Kamis, 4 Juli 2024.

Bacaan Lainnya

Peluang calon lain pun makin menipis. Rudy-Seno telah memperoleh dukungan dari Partai Golkar, PAN, PKB, dan PKS, dengan total 29 kursi DPRD Kaltim.

Tersisa 26 kursi lagi dari lima partai politik yang bisa berkoalisi untuk memenuhi syarat mengusung pasangan calon yakni 11 kursi. Kelimanya adalah Partai Gerindra (10 kursi), PDI Perjuangan (9 kursi), Partai Nasdem (3 kursi), Partai Demokrat (2 kursi), dan PPP (2 kursi).

Dinamika terbaru ini turut menyebabkan Mahyudin, kandidat gubernur yang juga wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Bidang II, akhirnya menarik diri dari arena Pilgub Kaltim. Sementara itu, pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi masih menemui sejumlah petinggi partai di Jakarta untuk mencari dukungan.

Ketua tim sukses Isran-Hadi, Iswan Priady, mengatakan bahwa dua partai akan menyerahkan dukungan. Penyerahan surat rekomendasi kedua partai akan rampung pada Selasa atau Rabu depan.

“Kedua partai itu kursinya akan mencukupi,” sebutnya.

Meskipun begitu, ia enggan menyebutkan nama-nama partai tersebut. Sejumlah sumber dari elite partai politik memberikan informasi bahwa dua partai yang akan menyerahkan dukungan tersebut adalah Partai Demokrat dan PDIP.

Koalisi keduanya adalah 11 kursi, cukup untuk menjadi perahu politik di Pilgub Kaltim. Sebelumnya, Partai Demokrat telah memberikan surat tugas kepada Isran Noor namun bukan surat rekomendasi untuk mendaftar di Komisi Pemilihan Umum.

“Saat ini (Kamis, 4 Juli 2024), Isran-Hadi sedang bertemu AHY (Agus Harimurti Yudhoyono, ketua umum Partai Demokrat),” tutur sumber yang sedang di Jakarta.

Sumber lain dari internal PDIP memberikan informasi bahwa partai besutan Megawati Soekarnoputri itu hampir pasti memberikan rekomendasi kepada Isran. Tinggal beberapa hal lagi yang perlu disepakati.

“PDIP memegang kuncinya. Jika (Isran) lepas, pilgub bisa berjalan dengan calon tunggal. Posisi itu membuat PDIP punya nilai tawar,” jelas sumber tersebut.

Isran awalnya hendak dipasangkan dengan kader PDIP di Kaltim yaitu Edi Damansyah, bupati Kutai Kartanegara. Namun, dengan terbitnya Peraturan KPU beberapa hari lalu, sumber tersebut mengatakan, Edi nampaknya tetap bertarung di Pilkada Kukar.

Posisi PDIP dalam Pilgub Kaltim memang disebut menjadi penentu setelah PKS memberikan dukungan kepada Rudy-Seno. Patut dicatat bahwa Seno Aji adalah kader Partai Gerindra yang memiliki 10 kursi di DPRD Kaltim.

Apabila Gerindra memutuskan mendukung Rudy-Seno, jumlah kursi yang tersedia tinggal 16 kursi, dengan sembilan di antaranya milik PDIP.

Lebih lanjut, Ananda Emira Moeis, dan ketua DPD Partai Demokrat Kaltim, Irwan, sehubungan dengan dukungan kedua partai tersebut. Hingga artikel ini dipublish, keduanya belum membalas pesan maupun menjawab panggilan.

Sementara itu, Rudy Mas’ud membantah disebut berniat memborong partai sehingga pilgub hanya diikuti calon tunggal melawan kotak kosong. Ia mengaku memang mendaftar ke semua partai politik.

“Kalau partai mengusung, alhamdulillah. Kalau tidak, ya, sudah,” ucapnya.

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Mulawarman, Samarinda, Budiman, menyebutkan bahwa dukungan Isran-Hadi terbilang nyaris mustahil datang dari PKS. Penyebabnya adalah kepindahan pendiri PKS di Kaltim ke Partai Gelora.

“Ada luka lama yang terlalu dalam,” sebutnya.

Budiman juga menengarai adanya potensi kotak kosong di Pemilihan Gubernur Kaltim 2024. Dugaan tersebut muncul karena dukungan partai kepada Rudy-Seno Aji makin deras.

“Tidak mustahil, hanya ada calon tunggal di pilgub nanti,” tutupnya.

Pos terkait