Nalurimedia.id, Penajam Paser Utara – Selain pembangunan infrastruktur, Wakil Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin, menilai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa listrik dan air bersih juga harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Ia berharap manajemen PT PLN dapat segera melakukan perbaikan terhadap pelayanan kelistrikan di daerah, terutama untuk mengakhiri pemadaman listrik bergilir yang masih dirasakan masyarakat.
“Harapannya manajemen PLN, listrik dan air sebagai kebutuhan dasar segera diperbaiki. Walaupun kebijakannya berada di pemerintah pusat, harapannya agar normal kembali dan tidak ada pemadaman bergilir,” ujar Syahrudin.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan telah memiliki konektivitas antardaerah. Ia menyinggung adanya keterhubungan sistem kelistrikan Kaltim-Kalsel yang semestinya dapat memperkuat keandalan pasokan listrik.
Di sisi lain, persoalan air bersih juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi PPU.
Syahrudin mengakui ketersediaan sumber air baku di daerah saat ini masih terbatas. Padahal, menurutnya, PPU memiliki potensi sumber air yang cukup besar, tetapi persoalan pembiayaan menjadi salah satu kendala dalam membangun infrastruktur pendukungnya.
“Kondisi sumber air baku sementara masih terbatas. Kami berharap dari apa yang ada, sebenarnya potensinya banyak, hanya pembiayaan membangun yang sulit,” katanya.
Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah, Syahrudin mendorong agar pemerintah tetap memaksimalkan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menyebut cakupan pelayanan air bersih melalui Perumda Air Minum Danum Taka saat ini baru menjangkau sekitar 30 persen wilayah masyarakat. Selain cakupan layanan yang masih terbatas, debit air yang tersedia juga belum optimal.
“Walaupun air sampai sekarang jangkauan baru 30 persen dan debit airnya kecil, kita harus berusaha semaksimal mungkin agar dapat memenuhi kebutuhan dasar bagi masyarakat,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi semakin penting di tengah musim kemarau yang berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih. Syahrudin mengimbau masyarakat turut menggunakan air secara bijak dan efisien selama kondisi sumber air masih terbatas.
“Saya kira di tengah musim kemarau ini warga diharapkan dapat memanfaatkan air sebaik mungkin dan seefisien mungkin,” tuturnya.
Ia juga berharap Perumda Air Minum Danum Taka dapat memperluas jangkauan pelayanan, khususnya ke kawasan permukiman yang berada di wilayah pedalaman dan daerah yang terdampak kekeringan.
Menurut Syahrudin, pemenuhan akses listrik dan air bersih tidak semata-mata persoalan pelayanan publik, tetapi merupakan kebutuhan dasar yang harus dipastikan pemerintah. Karena itu, keterbatasan fiskal daerah maupun kewenangan pemerintah pusat tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan masyarakat terus menghadapi persoalan tersebut.
“Harapannya PDAM dapat menjangkau perumahan yang berada di pedalaman dan kekeringan,” pungkasnya.






