Nalurimedia.id, Penajam Paser Utara – Kehadiran bantuan alat Computerized Tomography (CT) Scan di rumah sakit Penajam Paser Utara (PPU) dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati, menyambut baik adanya bantuan CT Scan tersebut.
Menurutnya, keberadaan alat itu membuat fasilitas pelayanan kesehatan di PPU semakin lengkap sehingga masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke Balikpapan hanya untuk menjalani pemeriksaan CT Scan.
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan CT Scan itu kita lebih lengkap, jadi tidak perlu merujuk pasien ke Balikpapan,” ujar Sujiati, Selasa (01/09/2026).
Menurutnya, selama ini salah satu kendala yang dihadapi ketika pasien membutuhkan pemeriksaan CT Scan adalah keterbatasan layanan di daerah rujukan. Pasien yang harus menjalani pemeriksaan tersebut kerap menghadapi antrean atau keterbatasan ketersediaan layanan.
“Karena kendalanya, setiap merujuk selalu penuh terus, hanya untuk CT Scan,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pemeriksaan CT Scan dibutuhkan dalam penanganan sejumlah kondisi medis, termasuk pasien yang mengalami stroke. Dengan tersedianya alat tersebut di PPU, pasien diharapkan dapat memperoleh pemeriksaan secara lebih cepat tanpa harus menempuh perjalanan ke luar daerah.
“Banyak pasien stroke dan jika butuh CT Scan akan dapat terlayani dengan baik,” tuturnya.
Namun, Sujiati menegaskan keberadaan alat CT Scan harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengoperasikan dan memanfaatkannya secara optimal.
Ia mendorong tenaga kesehatan di rumah sakit mendapatkan pelatihan khusus untuk meningkatkan keterampilan dalam menggunakan perangkat tersebut. Terlebih, CT Scan merupakan fasilitas yang relatif baru sehingga diperlukan pemahaman dan kemampuan teknis yang memadai.
“Terkait SDM yang ada di rumah sakit, ya harus ditingkatkan juga. Sebaiknya dilatih agar keterampilan memakai alat ini penting. Karena memang baru, perlu adanya untuk mendalami alat itu,” jelasnya.
Menurut Sujiati, investasi terhadap SDM menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengadaan fasilitas kesehatan. Alat berteknologi tinggi tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak dibarengi tenaga yang memiliki kompetensi untuk mengoperasikan dan merawatnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pemeliharaan alat secara berkala. CT Scan yang telah tersedia diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasien saat ini, tetapi juga dapat dipertahankan kondisinya agar mampu memberikan pelayanan dalam jangka panjang.
“Sebaiknya alat itu dirawat dan dipakai dengan baik,” jelasnya.
Sujiati berharap kehadiran CT Scan dapat memperkuat kemandirian layanan kesehatan di PPU sekaligus mengurangi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan tertentu di luar daerah.
“Dengan dukungan fasilitas, SDM, serta pemeliharaan yang baik, pelayanan kesehatan di PPU diharapkan semakin cepat, mudah, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (*)






