Nalurimedia.id, Samarinda – Pengelola Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, mulai mempersiapkan berbagai layanan penerbangan guna mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang menjelang arus mudik Lebaran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan lima maskapai penerbangan yang terdiri dari layanan reguler maupun perintis.
“Kami terus berupaya memastikan kesiapan armada angkutan udara, di mana saat ini terdapat sejumlah maskapai yang beroperasi melayani berbagai rute penerbangan demi kelancaran perjalanan masyarakat,” kata Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan di Samarinda, Jumat.
Kadek menjelaskan bahwa layanan penerbangan reguler yang disiapkan untuk memfasilitasi kebutuhan para pemudik tersebut meliputi maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, dan Super Air Jet.
Selain rute komersial utama, pihak pengelola bandara juga menyiagakan maskapai Smart Aviation guna melayani penerbangan perintis yang menghubungkan Samarinda dengan daerah tertinggal, terdepan, terluar dan perbatasan (3TP) di wilayah pedalaman.
Ia mengungkapkan bahwa rute penerbangan yang paling banyak diminati oleh pengguna jasa angkutan udara dari bandara tersebut menempatkan tujuan Jakarta pada urutan pertama, disusul oleh Kota Surabaya pada posisi kedua terbanyak.
Khusus untuk mobilitas penumpang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta (CGK), saat ini terdapat empat jadwal keberangkatan setiap harinya yang diakomodasi oleh penerbangan Batik Air sebanyak dua kali, serta Garuda Indonesia dan Citilink masing-masing satu kali.
Meskipun proyeksi peningkatan penumpang menjelang perayaan Idul Fitri diprediksi terjadi tujuh hari sebelumnya, pihak otoritas bandara menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada maskapai yang mengajukan penambahan jadwal terbang atau extra flight.
Terkait arus bandara, pengelola mencatat sebanyak 15.913 penumpang telah menggunakan layanan angkutan udara melalui APT Pranoto selama periode 19 hingga 28 Februari 2026. Dari jumlah tersebut, penumpang yang tiba di Samarinda tercatat sebanyak 7.765 orang, sedangkan yang berangkat dari Samarinda mencapai 8.148 orang.
“Kami juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa waspada terhadap berbagai modus penipuan penjualan tiket elektronik yang kerap bermunculan dan memanfaatkan momentum tingginya permintaan menjelang hari raya keagamaan,” ucap Kadek.






