Nalurimedia.id – Pemerintah Arab Saudi mulai mengandalkan teknologi untuk mengelola jutaan jamaah haji yang memadati area suci setiap tahunnya. Pada musim Haji 1447 Hijriah, Kementerian Haji dan Umrah memperkenalkan sistem sensor pintar yang terintegrasi dengan kartu Nusuk guna mengatur pergerakan jamaah secara real-time di Mina.
Informasi tersebut disampaikan oleh Saudi Press Agency pada Sabtu (2/5). Inovasi ini menjadi langkah baru dalam pemanfaatan teknologi, dengan mengombinasikan sensor pintar dan identitas digital jamaah untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kerumunan.
Integrasi Teknologi untuk Kendali Pergerakan Jamaah
Lewat sistem ini, mobilitas jamaah antar lokasi ibadah di Mina dapat dipantau secara lebih akurat. Sensor yang tersebar di sejumlah titik terhubung langsung dengan kartu Nusuk, sehingga petugas bisa mengetahui kondisi kepadatan secara langsung dan merespons lebih cepat.
Kartu Nusuk tersedia dalam bentuk digital maupun fisik. Selain sebagai identitas resmi jamaah, kartu ini juga berfungsi sebagai akses masuk ke sejumlah area penting, seperti Masjidil Haram dan kawasan suci lainnya.
Dengan terhubung pada platform perizinan terpadu, proses pengecekan jamaah menjadi lebih praktis. Sistem ini diharapkan mampu mengurai antrean sekaligus menghindari penumpukan massa di titik-titik rawan saat puncak ibadah.
Minimalkan Risiko dan Tingkatkan Keamanan
Penerapan teknologi ini turut membantu petugas dalam mengenali identitas jamaah secara lebih akurat di lapangan. Selain itu, sistem ini berkontribusi dalam menekan risiko jamaah tersesat serta memastikan pengaturan akses ke tenda dan transportasi berlangsung lebih tertib.
Pemerintah Arab Saudi juga telah membagikan kartu Nusuk kepada jamaah sejak sebelum keberangkatan dari negara masing-masing. Hal ini dilakukan agar jamaah sudah terbiasa menggunakan sistem tersebut saat tiba di Tanah Suci.
Saat ini, kepemilikan dan aktivasi kartu Nusuk menjadi ketentuan wajib untuk memasuki Makkah, kawasan ibadah utama, hingga Masjid Nabawi, termasuk area Al-Rawdah Al-Sharifah.
Pengembangan ini merupakan bagian dari transformasi digital berkelanjutan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pada musim sebelumnya, lebih dari 1,6 juta kartu Nusuk telah dibagikan kepada jamaah serta sekitar 90.000 kartu untuk petugas.
Capaian tersebut menjadi landasan untuk pengembangan sistem yang lebih terintegrasi tahun ini, dengan penekanan pada pengendalian kepadatan jamaah serta peningkatan kualitas pelayanan secara menyeluruh.






