Nalurimedia.id – Pembangunan Asrama Polisi (Aspol) Gelatik Polresta Samarinda secara resmi dimulai melalui seremoni peletakan batu pertama yang berlangsung pada Sabtu, 17 Mei 2025, pukul 10.15 WITA di Jalan Gelatik, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang.
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., secara langsung melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya proyek pembangunan Aspol Gelatik.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri turut didampingi oleh Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Indar Priantoro, Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud, Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun, serta sejumlah pejabat utama daerah Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Kapolri menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyatakan bahwa pembangunan Aspol Gelatik merupakan upaya strategis untuk menyediakan hunian layak bagi personel Polri, guna menunjang kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan tersedianya rumah dinas yang memadai, saya berharap anggota Polri dapat bekerja lebih optimal, lebih dekat dengan masyarakat, serta turut berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda melalui kolaborasi yang solid bersama TNI dan pemerintah daerah,” ujar Kapolri.
Acara ini juga dirangkaikan dengan kegiatan Bhakti Sosial, termasuk penyaluran 2.000 paket sembako dan bantuan pembangunan tujuh sumur bor untuk masyarakat di Balikpapan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pemukiman warga, rumah ibadah, sekolah, dan pondok pesantren yang membutuhkan akses terhadap air bersih. Distribusi bantuan dilakukan melalui truk Polri, kendaraan bantuan umum, serta puluhan motor relawan TNI-Polri.
Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada para korban bencana, khususnya warga terdampak banjir dan tanah longsor. Termasuk di antaranya adalah keluarga korban di Kelurahan Lempake yang kehilangan anggota keluarganya akibat musibah tersebut.






