Nalurimedia.id, Samarinda – Memahami kehidupan berbangsa tidak cukup hanya melalui pembelajaran teori di sekolah. Pelajar juga membutuhkan pengalaman langsung agar nilai Pancasila, demokrasi, serta fungsi lembaga pemerintahan dapat dipahami dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi. Ia menyebut DPRD terbuka menjadi ruang belajar bagi pelajar yang ingin mengenal lebih dekat tugas dan fungsi lembaga legislatif.
Menurut Ismail, siswa tingkat SMP menjadi salah satu kelompok yang penting untuk diperkenalkan pada nilai-nilai Pancasila melalui contoh nyata. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada kemampuan menghafal lima sila, tetapi juga memahami bagaimana nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita ingin pembelajaran Pancasila lebih dikenalkan kepada anak-anak, bukan hanya sekadar konsep, tetapi betul-betul diaplikasikan. Apalagi di tingkat SMP,” ujar Ismail, Sabtu (3/10/2026).
Untuk memberikan pengalaman tersebut, DPRD Samarinda membuka kesempatan bagi sekolah untuk melakukan kunjungan ke gedung DPRD. Dalam kunjungan itu, pelajar dapat memperoleh penjelasan mengenai peran lembaga legislatif sekaligus melihat secara langsung aktivitas para wakil rakyat.
Kegiatan pembelajaran juga tidak harus dilakukan di gedung DPRD. Ismail mengatakan anggota dewan siap memenuhi undangan sekolah untuk berdiskusi dan memberikan pemahaman mengenai fungsi DPRD serta kehidupan berpolitik.
“Siswa bisa langsung dibawa ke sini (ke DPRD Samarinda) untuk belajar dan mendapatkan pengalaman langsung, atau teman-teman dewan diundang ke sekolah untuk menyampaikan materi. Kami juga siap,” katanya.
Menurut Ismail, komunikasi langsung antara pelajar dan anggota DPRD dapat memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai proses kerja lembaga legislatif. Pelajar juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Ia menilai pola pembelajaran semacam itu dapat menjadi bagian dari pengenalan pendidikan politik sejak usia sekolah. Dengan memahami fungsi lembaga negara secara langsung, pelajar diharapkan tidak hanya mengetahui konsep demokrasi, tetapi juga memahami peran masyarakat di dalamnya.
Ismail berharap kegiatan tersebut dapat membantu membentuk generasi muda yang memahami nilai Pancasila dan memiliki karakter kepemimpinan.
“Harapannya, anak-anak memiliki jiwa Pancasilais dan mampu menjadi pemimpin yang adil serta berlandaskan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(adv/dprdsamarinda)






