Nalurimedia.id, PPU – Wakil Ketua I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin, mendorong pemerintah daerah terus membuka ruang bagi investor untuk menanamkan modal di Kabupaten PPU. Menurutnya, momentum pertumbuhan investasi perlu dimanfaatkan seiring kondisi PPU yang dinilai semakin menarik bagi investor.
Syahrudin mengatakan investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak ragu memberikan ruang dan kemudahan bagi investor selama investasi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.
“Terima kasih. Kami sangat berharap sebenarnya dengan adanya investasi-investasi di PPU dan kita memberikan ruang kepada para investor karena memang sekarang PPU lagi menggeliat dan lagi manis-manisnya,” kata Syahrudin, Senin (31/08/2026).
Ia berharap momentum tersebut dapat terus dijaga sehingga semakin banyak investor yang tertarik menanamkan modal di PPU. Menurutnya, percepatan investasi perlu dilakukan karena peluang pertumbuhan ekonomi tidak selalu datang pada waktu yang sama.
“Mudah-mudahan ke depan kita terus memberikan ruang kepada investor-investor untuk berinvestasi. Kalau tidak, sekarang kapan lagi? Saya kira lebih cepat lebih baik,” ujarnya.
Namun, di sisi lain, Syahrudin mengakui capaian investasi PPU saat ini masih tergolong rendah. Ia menyebut kontribusi atau capaian investasi daerah masih berada pada kisaran 1 persen lebih. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari sejumlah keterbatasan fasilitas dasar yang masih perlu dibenahi pemerintah daerah. Infrastruktur menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya tarik suatu daerah bagi investor.
“Iya, memang kondisi saat ini karena terbatas fasilitas, saya kira ini semakin ke depan semakin kita perbaiki-perbaiki,” jelasnya.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah ketersediaan listrik. Syahrudin menilai kondisi pasokan listrik saat ini turut memberikan pengaruh terhadap iklim investasi di PPU. Bagi investor, kepastian ketersediaan energi merupakan kebutuhan dasar untuk memastikan kegiatan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Apalagi kondisi sekarang listrik PLN itu kondisinya lagi menurun, sehingga investasi juga sangat berpengaruh untuk itu. Karena itu menjadi kebutuhan dasar,” katanya.
Selain listrik, ia menilai pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan air dan akses jalan. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk mendukung aktivitas investasi maupun kegiatan ekonomi masyarakat.
“Selain PLN, ketersediaan air dan akses jalan. Tentu ini yang menjadi prioritas utama,” tegas Syahrudin.
Menurutnya, membuka ruang investasi tanpa membenahi infrastruktur dasar akan membuat daya saing daerah sulit berkembang. Investor membutuhkan kepastian bahwa fasilitas pendukung usaha tersedia dan mampu menopang operasional dalam jangka panjang.
Karena itu, DPRD PPU mendorong pemerintah daerah menjadikan pembenahan infrastruktur sebagai bagian dari strategi menarik investasi. Dengan fasilitas yang semakin memadai, PPU diharapkan tidak hanya menjadi daerah yang menarik untuk berinvestasi, tetapi juga mampu memberikan kepastian bagi investor sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.Syahrudin menilai momentum pertumbuhan PPU perlu dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Percepatan investasi, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan pembenahan fasilitas dasar agar peluang ekonomi yang muncul dari geliat investasi dapat benar-benar memberikan dampak bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ADV/DPRDPPU)






