PKB Kaltim Matangkan Muscab, Penentuan Ketua DPC Tetap di DPP

Pengurus PKB Kaltim mematangkan persiapan Muscab serentak di Balikpapan.

Nalurimedia.id, Samarinda – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak, DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur terus mematangkan berbagai persiapan. Agenda yang akan melibatkan seluruh DPC se-Kaltim ini dijadwalkan berlangsung pada 8–9 April 2026 di Kota Balikpapan.

Sekretaris DPW PKB Kaltim, Alif Ndasi, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian persiapan kini telah memasuki tahap akhir. Panitia disebut telah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk akomodasi untuk peserta kegiatan.

“Kepanitiaan sampai saat ini sudah berjalan dan progresnya hampir 99 persen. Untuk pelaksanaan Muscab, kami siapkan enam hotel di Balikpapan,” ujar Alif, pada Kamis (02/04/2026).

Ia menjelaskan, dalam proses tersebut, DPW PKB Kaltim membentuk Tim 5 yang memiliki peran strategis dalam memetakan struktur kepengurusan di tingkat cabang.

Tim ini bekerja berdasarkan arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), DPW, serta struktur partai di tingkat provinsi. Salah satu tugas utamanya adalah menyusun komposisi kepengurusan secara menyeluruh di masing-masing DPC.

“Tim 5 bertugas melakukan pemetaan dan menyusun struktur kepengurusan. Semua bekerja sesuai petunjuk dari DPP dan DPW,” jelasnya.

Selain itu, penjaringan calon ketua DPC juga dilakukan melalui mekanisme Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Tahapan ini menjadi proses penting dalam menentukan figur yang akan memimpin di tingkat cabang.

“UKK tahap pertama dilaksanakan di tingkat DPW, dan tahap kedua di DPP. Semua jadwalnya sudah disusun,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keputusan akhir terkait penetapan ketua DPC sepenuhnya menjadi kewenangan DPP PKB. Sementara itu, Tim 5 dan DPW hanya memberikan rekomendasi berdasarkan hasil pemetaan dan proses seleksi yang telah dilakukan.

“Penentuan ketua tetap di DPP. Kami hanya memberikan rekomendasi sesuai hasil proses yang berjalan,” tegasnya.

Jumlah peserta yang mengikuti UKK bervariasi di tiap daerah. Namun secara umum, masing-masing DPC menyiapkan sejumlah kandidat untuk mengikuti tahapan seleksi.

“Misalnya di Samarinda ada tiga calon yang ikut UKK. Secara umum minimal lima calon yang disiapkan, tergantung kesiapan masing-masing DPC,” pungkasnya. (ulul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *