Nalurimedia.id – Masalah penumpukan sampah di Kota Samarinda kini menjadi sorotan utama DPRD setempat. Peningkatan volume limbah setiap hari dinilai perlu segera diatasi dengan langkah inovatif, salah satunya melalui pengelolaan limbah organik menjadi sumber energi dan pupuk ramah lingkungan.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Data menunjukkan bahwa volume sampah di Samarinda telah mencapai sekitar 600 ton per hari. Dalam setahun, jumlah itu setara dengan 225.152,99 ton atau sekitar 615,17 ton per hari pada 2024. Dari total tersebut, limbah plastik menyumbang sekitar 12,94 persen, atau sekitar 29.134 ton per tahun.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menjelaskan, “Proyek ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan energi dari gas metana dan insinerator, sehingga limbah memiliki nilai ganda bagi kota,” ucapnya Senin (6/10/2025).
Ia menekankan perlunya kajian teknis dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar pengolahan limbah organik aman dan efektif.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang menuju target zero waste dan lingkungan berkelanjutan. DPRD Samarinda mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri pengelolaan limbah untuk mendukung keberhasilan program tersebut.






