Jasno Nilai Relokasi Terminal Penumpang ke Palaran Bisa Bangkitkan UMKM

Jasno menyampaikan pandangannya terkait rencana relokasi terminal penumpang ke Palaran.

Nalurimedia.id, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Jasno, mengatakan keberadaan terminal penumpang di Palaran memiliki prospek besar dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Tingginya mobilitas penumpang dinilai akan membuka kesempatan usaha baru, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Palaran memiliki peluang menjadi pusat ekonomi baru. UMKM tentu akan ikut tumbuh seiring meningkatnya aktivitas masyarakat,” ujar Jasno, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, operasional terminal penumpang nantinya akan memunculkan kebutuhan terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, perdagangan, transportasi lokal, jasa pengiriman barang, hingga penyediaan akomodasi.

Kondisi tersebut diyakini akan memperkuat perputaran ekonomi masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan.

Dengan distribusi layanan transportasi yang lebih merata, mobilitas kendaraan di kawasan perkotaan diharapkan menjadi lebih tertib dan efisien. Jasno menilai kesiapan infrastruktur di Palaran kini jauh lebih memadai dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Kehadiran Jalan Tol Balikpapan–Samarinda, peningkatan akses menuju kawasan pelabuhan, serta berkembangnya kawasan logistik menjadi modal penting dalam mendukung operasional terminal penumpang di masa depan.

Ia menambahkan, gagasan relokasi terminal penumpang sejatinya telah lama dibahas sejak beberapa periode pemerintahan.

Namun hingga kini, rencana tersebut belum dapat diwujudkan karena masih memerlukan kajian teknis, penyusunan skema pembiayaan, dan koordinasi lintas instansi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

“Yang terpenting sekarang adalah komitmen bersama agar rencana ini tidak kembali tertunda,” katanya.

Jasno menilai, apabila seluruh tahapan perencanaan dan pembangunan dapat berjalan sesuai target, Palaran berpotensi berkembang menjadi kawasan strategis yang mampu mendorong pemerataan pembangunan di Kota Samarinda.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Sebagai lembaga legislatif, DPRD Kota Samarinda, lanjut Jasno, siap memberikan dukungan melalui fungsi pengawasan, penganggaran, maupun pembahasan kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur transportasi tersebut.

“Relokasi ini bukan sekadar memindahkan fasilitas transportasi, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Samarinda,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *