Nalurimedia.id, Samarinda – Masuknya jaringan kuliner nasional ke Kota Samarinda dinilai mencerminkan meningkatnya daya tarik daerah di mata investor. Kehadiran gerai Haraku Ramen di Big Mall disebut menjadi salah satu bukti bahwa Samarinda kini mulai dipandang sebagai pasar yang potensial untuk pengembangan bisnis di Pulau Kalimantan.
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan pembukaan gerai tersebut bukan hanya menghadirkan pilihan kuliner baru bagi masyarakat, tetapi juga menjadi indikator positif terhadap iklim investasi di ibu kota Kalimantan Timur.
“Ini bukan sekadar pembukaan restoran. Ini sinyal bahwa Samarinda dianggap memiliki prospek,” kata Celni usai menghadiri peresmian gerai tersebut.
Haraku Ramen merupakan salah satu merek yang berada di bawah naungan ISMAYA Group, perusahaan yang bergerak di bidang gaya hidup dan kuliner. Sebelum hadir di Samarinda, perusahaan tersebut lebih banyak mengembangkan usahanya di sejumlah kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Samarinda pun dipilih sebagai kota pertama untuk ekspansi mereka di wilayah Kalimantan.
Menurut Celni, keputusan tersebut menunjukkan bahwa kota-kota di luar Pulau Jawa kini mulai menjadi tujuan investasi yang menjanjikan. Ia menilai sektor kuliner memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi karena mampu menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus menggerakkan aktivitas usaha di berbagai sektor.
“Setiap investasi yang masuk membawa efek berganda. Ada tenaga kerja terserap, ada aktivitas ekonomi yang tumbuh, dan tentu ada kontribusi ke pendapatan daerah,” ujarnya.
Ia juga meyakini semakin banyak pelaku usaha yang berinvestasi di Samarinda, semakin besar pula peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, Celni berharap kehadiran Haraku Ramen menjadi awal bagi masuknya merek-merek lain yang berada di bawah ISMAYA Group.
Celni bahkan mendorong agar konsep restoran lain yang telah populer di kota besar dapat dihadirkan di Samarinda. “Supaya masyarakat tidak perlu ke luar daerah untuk menikmati pengalaman kuliner yang sama,” kata politikus NasDem itu.
Sementara itu, manajemen ISMAYA Group menjelaskan bahwa keputusan memilih Samarinda didasarkan pada pertumbuhan ekonomi yang dinilai terus menunjukkan tren positif serta meningkatnya minat masyarakat terhadap kuliner modern. President Director ISMAYA Group, Cendyarani, mengatakan pihaknya melihat prospek pasar yang cukup besar di kota ini.
“Kami melihat Samarinda sebagai kota dengan pertumbuhan yang menjanjikan. Ini langkah awal kami di Kalimantan,” ujarnya.
Haraku Ramen menjadi merek pertama yang dibawa ke Kalimantan karena menawarkan konsep ramen halal yang dinilai sesuai dengan karakteristik konsumen di Samarinda. Gerai yang berlokasi di Big Mall tersebut merupakan outlet ke-21 Haraku Ramen di Indonesia sekaligus yang pertama di Pulau Kalimantan.
Ke depan, ISMAYA Group membuka peluang untuk memperluas jaringan usahanya ke kota-kota lain di Kalimantan, menyesuaikan dengan perkembangan pasar setelah pembukaan gerai di Samarinda.
Bagi DPRD Kota Samarinda, masuknya investasi tersebut tidak hanya memperkaya pilihan kuliner masyarakat, tetapi juga menjadi sinyal positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatnya kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Kota Tepian.






