Nalurimedia.id, Samarinda – Keberadaan manusia silver di sejumlah persimpangan Kota Samarinda kembali mendapat sorotan. Aktivitas mereka di kawasan lampu lalu lintas dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan sehingga penanganannya perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda memperkuat pengawasan dan meningkatkan penertiban terhadap manusia silver yang masih beraktivitas di sejumlah persimpangan.
Rohim menilai persoalan ekonomi dan terbatasnya kesempatan memperoleh pekerjaan menjadi salah satu alasan sebagian masyarakat memilih turun ke jalan dengan menjadi manusia silver.
“Mereka muncul karena dorongan ekonomi dan keterbatasan peluang kerja,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Namun, kondisi tersebut menurutnya tidak dapat menjadi alasan untuk menjadikan jalan raya maupun persimpangan sebagai lokasi mencari penghasilan. Aktivitas menghampiri kendaraan ketika lampu lalu lintas berhenti dinilai dapat mengganggu pengendara dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Atas kondisi tersebut, Rohim meminta Satpol PP melakukan penertiban secara berkala, bukan hanya melalui operasi yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Pengawasan yang berkesinambungan dinilai penting agar aktivitas serupa tidak kembali terjadi setelah petugas meninggalkan lokasi.
Ia mengatakan, upaya penertiban sebelumnya belum sepenuhnya memberikan hasil karena belum diikuti pengawasan secara konsisten. Kondisi itu membuat manusia silver kembali beraktivitas di sejumlah titik setelah razia selesai.
“Hal ini disebabkan karena kurangnya konsistensi kita untuk menertibkannya,” katanya.
Di luar aspek penegakan aturan, Rohim menilai pemerintah perlu memikirkan langkah yang menyentuh akar persoalan. Penyediaan lapangan pekerjaan yang lebih luas serta program pemberdayaan masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi bagi mereka yang turun ke jalan karena tekanan ekonomi.






