Harminsyah Dorong Warga Aktif Kenali Potensi Masalah Kesehatan Sejak Awal

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah.

Nalurimedia.id, Samarinda —  Upaya menjaga kesehatan masyarakat dinilai tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas pelayanan dan program pemerintah. Keterlibatan masyarakat di tingkat lingkungan juga diperlukan untuk mengenali potensi persoalan kesehatan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah, mengatakan masyarakat memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan berbagai kondisi yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.

Menurutnya, informasi mengenai perubahan kondisi atau gejala yang tidak biasa dapat lebih cepat diketahui oleh warga sebelum sampai kepada instansi terkait.

“Mereka yang berada di lingkungan itu biasanya lebih dulu mengetahui kalau ada hal yang tidak biasa terjadi di masyarakat. Dari situ informasi bisa cepat diteruskan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).

Harminsyah menyebut keberadaan tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) dapat menjadi bagian dari jejaring pengawasan sosial di tengah warga.

Kedekatan mereka dengan masyarakat, kata dia, memungkinkan berbagai informasi mengenai kondisi lingkungan maupun persoalan kesehatan teridentifikasi lebih awal. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi bahan bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan.

Karena itu, ia mendorong agar kebijakan kesehatan tidak hanya diarahkan pada penanganan ketika penyakit atau persoalan sudah muncul. Menurutnya, langkah preventif perlu diperkuat dengan memanfaatkan jaringan sosial yang sudah terbentuk di masyarakat.

“Penanganan kesehatan ke depan tidak cukup hanya bersifat responsif. Yang perlu diperkuat adalah upaya pencegahan dengan melibatkan jaringan sosial yang sudah ada di masyarakat,” katanya.

Ia menilai pendekatan berbasis komunitas juga dapat membuat intervensi kesehatan lebih sesuai dengan kondisi di lapangan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi turut berperan dalam menemukan dan menyampaikan persoalan yang muncul di lingkungannya.

“Ketika masyarakat dilibatkan secara aktif, upaya pencegahan akan lebih efektif karena sumber persoalan bisa dikenali lebih cepat dan ditangani sejak awal,” tegasnya.

Harminsyah menambahkan, penguatan sistem kesehatan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat. Kesadaran warga untuk menjaga kondisi lingkungan sekaligus menyampaikan temuan yang berpotensi mengganggu kesehatan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan yang lebih tanggap.

Dengan pola tersebut, penanganan persoalan kesehatan diharapkan tidak hanya bergerak setelah terjadi kasus, tetapi dapat dilakukan sejak munculnya tanda-tanda awal di tengah masyarakat. adv/dprdsamarinda

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *