CMI Kutim Dorong Penguatan UMKM Berbasis Kearifan Lokal untuk Tingkatkan PAD

CMI Kutai Timur mendorong penguatan UMKM berbasis kearifan lokal sebagai langkah diversifikasi ekonomi dan peningkatan PAD yang berkelanjutan.

Nalurimedia.id, Kutim – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kutai Timur selama ini masih sangat bergantung pada sektor ekstraktif, khususnya pertambangan. Di satu sisi, sektor ini memang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah. Namun di sisi lain, ketergantungan yang terlalu tinggi pada sumber daya alam yang terbatas justru menyimpan risiko besar bagi keberlanjutan ekonomi daerah di masa depan.

Bagi Cermin Muda Indonesia (CMI) Kutai Timur, kondisi ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk mulai menata ulang arah pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Salah satu sektor yang memiliki potensi besar namun belum dimaksimalkan adalah sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang berbasis kearifan lokal.

“Kita tidak bisa terus-menerus menggantungkan masa depan daerah pada sektor yang memiliki batas waktu. Ketika sumber daya alam habis, maka daerah harus sudah memiliki fondasi ekonomi lain yang kuat,” tegas Dewi Andini (Wakil Ketua Bidang Ekraf dan UMKM CMI Korcab Kutim)

Menurutnya, UMKM memiliki karakter yang berbeda dengan sektor ekstraktif. UMKM tidak hanya berpotensi meningkatkan PAD secara berkelanjutan, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja lokal secara luas, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menjaga identitas budaya daerah melalui produk berbasis kearifan lokal.

Namun hingga hari ini, pengembangan UMKM di Kutai Timur dinilai masih belum menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.

“Padahal UMKM bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah jika dikelola dengan serius. Masalahnya bukan pada potensi, tetapi pada sejauh mana keberpihakan kebijakan terhadap sektor ini,” ujar Dewi.

CMI Kutim menilai bahwa pemberdayaan UMKM harus dimulai dari penguatan peran pemuda sebagai motor penggerak ekonomi kreatif. Generasi muda memiliki potensi besar dalam menciptakan inovasi, mengembangkan produk lokal, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.
Sayangnya, ruang pemberdayaan bagi pemuda dalam sektor UMKM masih terbatas, baik dari sisi akses permodalan, pelatihan, hingga pendampingan usaha.

“Kalau pemuda hanya dijadikan penonton di daerahnya sendiri, maka kita sedang menyia-nyiakan potensi terbesar yang dimiliki Kutai Timur,” tegas Dewi.

Lebih jauh, pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal juga harus menjadi fokus utama. Produk-produk lokal yang mencerminkan identitas daerah tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai budaya yang dapat menjadi daya tarik tersendiri di pasar yang lebih luas.
Dengan pendekatan yang tepat, UMKM berbasis lokal tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.

“Kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi bisa menjadi kekuatan ekonomi jika dikelola dengan serius,” ujar Dewi.

CMI Kutim mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk mengambil langkah konkret dalam memperkuat sektor UMKM, mulai dari penyediaan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga integrasi UMKM dalam ekosistem ekonomi daerah.
Selain itu, diperlukan kebijakan yang lebih progresif untuk memastikan bahwa UMKM dan pelaku ekonomi lokal benar-benar menjadi bagian dari strategi peningkatan PAD, bukan sekadar pelengkap dalam dokumen perencanaan.

“PAD tidak boleh hanya bergantung pada tambang. Harus ada keberanian untuk membangun sumber-sumber pendapatan baru yang lebih berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat,” tegas Dewi.

Pada akhirnya, arah pembangunan ekonomi Kutai Timur akan sangat ditentukan oleh pilihan kebijakan hari ini. Apakah tetap bertahan pada pola lama yang bergantung pada sumber daya alam, atau mulai bertransformasi menuju ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Kalau hari ini kita tidak mulai memperkuat UMKM, maka kita hanya sedang menunda masalah yang sama di masa depan. Sudah saatnya Kutai Timur membangun ekonomi yang tidak hanya besar hari ini, tetapi juga kuat untuk masa depan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *