Nalurimedia.id, Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan PLN optimistis proses perbaikan sistem kelistrikan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga pasokan listrik kembali normal.
“Mereka menyampaikan targetnya sekitar 13 Juli sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir. Mudah-mudahan tidak meleset,” ujar Samri.
Selain menjelaskan perkembangan perbaikan, PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya layanan listrik selama pekerjaan pemeliharaan berlangsung.
Samri mengatakan pihak PLN menerangkan bahwa pemadaman terjadi akibat adanya gangguan teknis pada sistem kelistrikan yang kini sedang diperbaiki.
Pemadaman bergilir pun dilakukan sebagai langkah menjaga keandalan pasokan listrik selama proses tersebut.
“Yang disampaikan kepada kami, ini murni pekerjaan maintenance dan perbaikan sistem. Bukan karena persoalan lain,” katanya.
Ia menilai keterbatasan informasi resmi yang diterima masyarakat memicu munculnya berbagai spekulasi, termasuk dugaan yang mengaitkan pemadaman dengan kasus korupsi pengadaan batu bara untuk pembangkit listrik.
Namun, Samri memastikan isu tersebut tidak pernah menjadi pembahasan dalam rapat bersama PLN.
“Soal dugaan korupsi batu bara tadi tidak dibahas sama sekali. PLN menegaskan penyebabnya adalah gangguan teknis pada sistem,” ujarnya.
Sebelumnya, PLN menjelaskan gangguan pada salah satu pembangkit mengurangi pasokan listrik sekitar 250 megawatt di sistem interkoneksi Kalimantan.
Kondisi itu berdampak pada sejumlah wilayah di Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, termasuk Kota Samarinda.
DPRD Samarinda berharap target penyelesaian perbaikan dapat direalisasikan sesuai jadwal sehingga aktivitas masyarakat maupun dunia usaha tidak lagi terdampak pemadaman bergilir.
“Kami berharap sesuai komitmen mereka, setelah 13 Juli pelayanan listrik sudah kembali normal,” tutupnya.






