Nalurimedia.id, Samarinda – DPRD Samarinda memastikan masih tersedia ratusan kursi di sejumlah SMP negeri yang akan diisi pada tahapan pendaftaran berikutnya.
Berdasarkan informasi yang diterima DPRD Samarinda, sekitar 300 kursi di SMP negeri masih belum terisi dan akan dialokasikan pada proses penerimaan gelombang selanjutnya.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny, mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan terkait puluhan siswa yang belum memperoleh tempat di sekolah negeri pada Rabu (1/7/2026).
Seluruh dokumen milik para calon siswa tersebut telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda untuk diproses pada tahapan penerimaan berikutnya.
“Kami menerima laporan dari TRC PPA, ada sekitar 32 siswa yang sampai hari ini belum tertampung di sekolah negeri dari jenjang SD ke SMP. Dokumen mereka sudah kami serahkan dan akan kami pantau sampai batas akhir tanggal 4 Juli,” kata Novan.
Ia menjelaskan, pelaksanaan gelombang kedua SPMB mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan. Dengan masih tersedianya sekitar 300 kursi kosong di sejumlah SMP negeri, Novan optimistis seluruh siswa yang belum tertampung dapat memperoleh sekolah.
“Insyaallah 32 siswa tadi bisa tertampung di sekolah negeri,” katanya.
Meski demikian, Novan menyampaikan bahwa penempatan siswa nantinya belum tentu berada di sekolah yang berada dalam rayon atau wilayah domisilinya apabila kuota di kawasan tersebut telah terpenuhi.
Di sisi lain, Komisi IV DPRD Samarinda juga menyoroti ketidakseimbangan antara jumlah lulusan SD dengan kapasitas tampung SMP negeri di beberapa kecamatan. Persoalan tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai keluhan masyarakat selama pelaksanaan SPMB tahun ini.
Menurut Novan, pembangunan sekolah baru masih sulit diwujudkan karena keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Oleh sebab itu, solusi yang lebih realistis saat ini adalah menambah ruang kelas belajar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Sebagai langkah perbaikan, DPRD bersama Disdikbud juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemetaan daya tampung sekolah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Kita akan breakdown per kecamatan, terutama daerah Samarinda Utara dan Palaran yang jumlah sekolahnya masih kurang. Ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan daya tampung lebih merata,” pungkasnya.






