Nalurimedia.id – Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar), Zikri Umulda, menyampaikan tantangan terbesar yang dihadapi dalam pengembangan Ekraf di Kota Raja adalah ketersediaan data yang akurat tentang pelaku ekonomi kreatif di 20 kecamatan.
“Sejak menjabat lima bulan lalu, tantangan saya yang pertama adalah data. Data pelaku ekonomi kreatif di 20 kecamatan ini memang masih kurang. Karena itu hal mendasar, maka pengembangan ekonomi kreatif menjadi terhambat,” kata Zikri saat ditemui di kantor Dispar Kukar.
Menurut Zikri, pentingnya data sangat krusial dalam manajemen pengembangan Ekraf. Dengan adanya data yang lengkap, pihaknya dapat memetakan dan mengelola potensi pelaku Ekraf yang ada, serta membuka peluang bagi pelaku ekonomi baru untuk tumbuh dan berkembang.
“Pada saat kita punya data, kita akan tahu bagaimana memanajemen mereka, dan ini akan memunculkan pelaku ekonomi kreatif yang baru,” jelasnya.
Zikri juga menambahkan sebelumnya, pengembangan Ekraf lebih berfokus pada penyelenggaraan event yang melibatkan artis dari luar daerah. Namun, ia berharap kedepannya akan lebih banyak mengedepankan potensi pelaku lokal dan produk kreatif yang ada di wilayah Kutai Kartanegara.(DV/Adv)






