Nalurimedia.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Daerah Pemilihan II meliputi Samarinda Seberang, Palaran dan Loa Janan Ilir, Samri Shaputra, menyatakan keprihatinannya atas ketimpangan pembangunan infrastruktur antara pusat kota dan daerah pinggiran, terutama di kawasan Dapil 2 seperti Kecamatan Palaran.
“Menurut saya, pembangunan infrastruktur harus mengutamakan kebutuhan dasar masyarakat, bukan hanya proyek simbolis yang tidak menyentuh permasalahan nyata,” ujar Samri Shaputra pada Sabtu, 22/2/2025.
Menurutnya, di kawasan Dapil 2 yang meliputi daerah pinggiran masih didominasi oleh jalan tanah dan minimnya fasilitas umum, sedangkan pusat kota telah menikmati perbaikan jalan yang modern dan tertata dengan baik.
“Kesenjangan pembangunan ini menandakan perbedaan prioritas antara kebutuhan masyarakat dan kebijakan pembangunan yang diterapkan,” imbuhnya.
Dijelaskan Samri bahwa Proyek-proyek signifikan telah dilakukan di pusat kota, sementara daerah pinggiran seperti Palaran belum mendapatkan perhatian yang sebanding.
“Pemerintah sering menyebut pembangunan dilakukan berdasarkan ‘prioritas’. Namun, definisi prioritas itu sendiri masih perlu diperjelas. Apakah yang dimaksud benar-benar kebutuhan dasar masyarakat atau sekadar proyek simbolis,” jelasnya.
“Kita tidak boleh sampai terjadi tumpang tindih proyek, seperti kasus pembangunan trotoar yang harus dibongkar kembali karena intervensi proyek provinsi. Hal ini bukan saja memboroskan anggaran, tetapi juga mengurangi manfaat yang seharusnya dirasakan masyarakat,” lanjut Samri.
Dengan harapan pembangunan yang lebih merata, Samri Shaputra menegaskan bahwa penggunaan anggaran pajak harus menghasilkan fasilitas yang langsung dirasakan oleh warga Samarinda, sehingga kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah melalui kebijakan pembangunan dapat terus terjaga.
“Komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah, provinsi, dan DPR sangat diperlukan agar kebijakan pembangunan tidak tumpang tindih dan anggaran yang kita keluarkan dapat memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.






