Nalurimedia.id- Industri pariwisata di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan potensi besar, namun menghadapi tantangan serius akibat kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan kompeten. Kondisi ini menjadi perhatian berbagai pihak di sektor pariwisata.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kaltim, Dian Rosita, mengungkapkan bahwa meskipun destinasi wisata sudah tersedia dan memiliki daya tarik, ketiadaan SDM yang mampu memberikan pelayanan profesional, terutama dalam aspek keramahtamahan, menjadi kendala utama. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas pelayanan dan menghambat perkembangan sektor pariwisata.
“Destinasi sudah ada, potensinya besar, tapi tanpa SDM yang memadai, sulit untuk berkembang. Kita masih kekurangan tenaga profesional,”
Kolaborasi dengan BPVP Samarinda untuk Meningkatkan Kualitas SDM
Untuk mengatasi permasalahan ini, Dian menyebutkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda. Kerjasama ini bertujuan meningkatkan kualitas tenaga kerja di sektor industri kreatif dan pariwisata. Beberapa program pelatihan yang ditawarkan BPVP meliputi keterampilan sebagai barista, housekeeping, dan restaurant attendant.
Strategi Meningkatkan Daya Tarik Wisata
Sheila Achmad, pengelola Rumah Ulin Arya sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PUTRI Samarinda, menegaskan pentingnya pengelolaan destinasi wisata yang baik. Menurutnya, ada tiga elemen penting dalam destinasi yang berkualitas: sesuatu untuk dilihat (something to see), sesuatu untuk dilakukan (something to do), dan sesuatu untuk diceritakan (something to tell).
“Pengelolaan yang baik membutuhkan tenaga terampil. Hal ini menjadi kunci untuk memenuhi ketiga elemen tersebut,” jelas Sheila.
Saddam Husein, pemilik Taman Salma Shofa, menambahkan bahwa keramahtamahan atau hospitality adalah aspek krusial dalam pariwisata. “Jika hospitality sudah baik, destinasi akan berkembang, dan dampaknya juga positif bagi ekonomi,” ujarnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya keterampilan digital marketing untuk mendukung promosi wisata.
Harapan dari Kepala BPVP Samarinda
Kepala BPVP Samarinda, Eka Cahyana Adi, menyampaikan bahwa meskipun sektor pertambangan masih menjadi fokus utama, pengembangan keterampilan di bidang pariwisata tidak kalah penting. Eka mengajak berbagai pihak untuk memanfaatkan peluang kerjasama guna meningkatkan kualitas SDM pariwisata.
“Dengan pelatihan yang tepat, tenaga kerja dapat langsung terserap di lapangan. Ini akan menciptakan peluang kerja baru dan menggerakkan ekonomi lokal,”
Kerjasama ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan pariwisata Kaltim dengan menyediakan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global.






