Museum Kayu Tuah Himba: Menyusuri Jejak Alam dan Budaya Kukar

Nalurimedia.id – Museum Kayu Tuah Himba, yang terletak di kawasan Waduk Panji Sukarame, Rondong Demang, Kutai Kartanegara, adalah sebuah destinasi wisata yang menyajikan kekayaan alam Kalimantan Timur dalam bentuk koleksi kayu dan berbagai benda bernilai budaya.

Berjarak hanya sekitar 600 meter dari Waduk Panji Sukarame, museum ini memanfaatkan bangunan rumah panggung seluas 400 meter persegi yang terbuat dari kayu, menciptakan suasana yang khas dan alami. Museum ini pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 1996 dan sejak saat itu dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara.

Salah satu daya tarik utama museum ini adalah koleksi kayu dari berbagai jenis pohon yang tumbuh di Kalimantan Timur, seperti kayu meranti merah, kayu ulin, kayu mahoni, hingga kayu Bangkirai. Selain itu, museum ini juga menyimpan berbagai koleksi menarik lainnya, seperti alat-alat pengolahan kayu tradisional, biji-bijian pohon kayu, dan koleksi maket rumah adat Dayak yang memperkaya pemahaman tentang budaya lokal.

Keunikan lain yang dimiliki museum ini adalah koleksi dua ekor buaya muara yang diawetkan, yang masing-masing memiliki umur 70 tahun dan 60 tahun, serta berasal dari Sungai Kenyamukan dan Desa Tanjung Limau.

Namun, meski menyimpan banyak koleksi menarik, akses menuju Museum Kayu Tuah Himba saat ini masih menjadi tantangan bagi pengunjung. Jalan menuju lokasi obyek wisata ini dalam kondisi rusak, sehingga membutuhkan perhatian lebih agar wisatawan dapat mengaksesnya dengan lebih mudah.

Meski begitu, bagi para pecinta alam dan budaya, museum ini tetap menawarkan pengalaman yang tak terlupakan, mengajak pengunjung untuk menyelami keanekaragaman hayati serta kebudayaan yang dimiliki Kalimantan Timur.

Museum ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi kayu dan budaya, tetapi juga sebagai media edukasi bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai potensi sumber daya alam serta budaya di Kutai Kartanegara.

Koleksi lainnya, seperti alat-alat musik dari bambu, perabotan rumah tangga dari kayu dan rotan, serta lesung kayu untuk menumbuk padi, juga menjadi daya tarik tersendiri, memberikan gambaran tentang kehidupan tradisional masyarakat setempat.

Sebagai bagian dari upaya mempromosikan pariwisata dan budaya Kalimantan Timur, Dispar Kukar terus memberikan dukungan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan aksesibilitas Museum Kayu Tuah Himba.

Dengan fasilitas yang lengkap dan koleksi yang kaya, museum ini diharapkan dapat menjadi destinasi wisata yang lebih dikenal dan menarik perhatian lebih banyak pengunjung.(DV/Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *