Masalah atau isu yang dibahas:
a) Kutai Kartanegara sebagai daerah yang kaya akan pariwisata
Kutai Kartanegara merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Timur yang memiliki potensi wisata yang banyak. Kondisi alam dan budaya yang tersebar di Kabupaten Kutai Kertanegara menjadi kekayaan untuk menambah diversifikasi produk pariwisata. Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki banyak destinasi tempat wisata yang sangat potensial. Wisata-wisata ini terdiri dari wisata alam, wisata budaya dan ilmu pengetahuan, dan wisata buatan. Jumlah objek wisata yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara terdapat 22 objek wisata yang telah terdata di Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara yakni, 12 pariwisata budaya dan ilmu pengetahuan, 5 pariwisata alam, dan 5 pariwisata buatan.
b) Pengembangan pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara yang belum memadai
Banyaknya potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Kutai Kartanegara tidak didukung oleh pengembangan pariwisata yang maksimal. Pengembangan pariwisata suatu daerah merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Menurut Cooper, Fletcher, Gilberth, Shepherd and Wanhill (1998) bahwa kerangka pengembangan destinasi pariwisata paling tidak harus mencakup komponen-komponen utama sebagai berikut yaitu: Objek dan daya tarik (Attractions), Aksebilitas(Accessibility), Amenitas (Amenities), Fasilitas Pendukung (Ancillary Services), Kelembagaan (Institutions). Beberapa aspek tersebut sangat diperlukan untuk menunjang pengembangan kepariwisataan Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun realitanya, beberapa komponen tersebut belum sepenuhnya dimiliki oleh Kabupaten Kutai kartanegara sehingga pengembangan pariwisata belum maksimal.
c) Pariwisata Kabupaten Kukar belum menjadi destinasi utama
Pembangunan Ibu Kota Negara menjadi kabar baik untuk dunia pariwisata di Kalimantan Timur hal ini dikarenakan jumlah penduduk yang semakin bertambah dan akan berdampak pada potensi jumlah wisatawan yang akan mengunjungi tempat pariwisata di Kalimantan tepatnya di Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun faktanya, Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara belum mampu menyajikan daya tarik bagi wisatawan, sehingga Kabupaten Kutai Kartanegara belum menjadi destinasi utama bagi wisatawan meskipun mempunyai potensi wisata yang sangat besar.
Dari beberapa masalah tersebut diatas, muncul beberapa hal yang menjadi dampaknya:
a. Mendorong perekonomian daerah
Pengelolaan pariwisata tentu menjadi kabar baik bagi perekonomian daerah. Pariwisata dapat menjadi sumber utama PAD melalui pajak hotel, restoran, tiket masuk objek wisata, dan biaya lainnya. Sumber-sumber pendapatan ini dapat meningkatkan kas daerah dan membantu pembiayaan pembangunan daerah.
b. Pencemaran lingkungan
Pariwisata dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap lingkungan, baik dalam aspek positif maupun negatif. Kerusakan lingkungan ini dapat disebabkan oleh volume aktifitas manusia yang bertambah dan tidak terkelolanya pariwisata dengan baik.
APA YANG MENYEBABKAN TERJADINYA MASALAH/ISU TERSEBUT?
1. Kualitas SDM masih rendah dalam memberikan pelayanan dan pengelolaan pariwisata
Sumber daya alam yang melimpah juga harus didukung oleh sumber daya manusia yang mampu memberdayakan sumber daya alam tersebut. Sumber daya manusia merupakan hal yang vital. Dalam proses pengembangan wisata, sumber daya manusia memegang peranan penting karena sebagai faktor utama yang mampu mewujudkan keberhasilan kinerja. Berdasarkan data dari dinas pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara telah pernah melakukan pendidikan dan pelatihan bagi para pegawai maupun pengelola yang ada dilapangan namun belum sepenuhnya yang bisa mengikuti pelatihan tersebut karena jumlah pengawai yang ada dilapangan yang banyak sehingga belum menyeluruhnya pendidikan dan pelatihan tersebut.
2. Pemasaran pariwisata belum efektif dilakukan
Dalam dunia digitaliasasi saat ini, pemasaran pariwisata efektif dilakukan dengan memanfaatkan media sosial. Hal tersebut senada dengan apa yang dinyatakan oleh Hamzah (2013:2) bahwa pemasaran pariwisata dengan mengunakan media sosial dapat menjadi salah satu faktor pendorong bagi seseorang untuk melakukan perjalanan wisata. Facebook, twitter, atau blog adalah bagian dari kekuatan teknologi yang dapat memberikan stimulus bagi para konsumen dengan menjadi faktor pendorong bagi mereka untuk melakukan perjalanan wisata. Derasnya penginformasian melalui platform digitial harusnya menjadi langkah bagi strategi pemasaran pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun hal ini belum sepenuhnya diimplementasikan sehingga pemasaran pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara belum luas jangkauannya.
3. Tidak Meratanya Pembangunan dalam sektor pariwisata
Proses perencanaan pembangunan pariwisata menjadi sangat penting sebagaimana menurut Inskeep (dalam Sunaryo 2013:132) perencanaan pembangunan pariwisata merupakan suatu proses untuk mempersiapkan secara sistematis dan rasional segenap kegiatan atau aktivitas kepariwisataan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan tersebut secara optimal dengan mengalokasikan keseluruhan sumber daya yang tersedia secara efektif dan efesien. Dalam melakukan pembangunan, hal yang paling utama dilakukan adalah membuat perencaan pembangun itu sendiri agar lebih sistematis dan terarah. Sebagaimana manurut Kaiser dan Helber (dalam Yoeti 1997.29) tingkat-tingkat perencanaan pariwisata itu dimulai dari pengembangan pariwisata daerah (Regional Tourism Development), mencakup pembangunan fisik obyek dan atraksi wisata yang akan dijual, fasilitaasi akomodasi, restoran, pelayanan umum (telepon, money changer, dan lain-lain), angka wisata dan perencanaan promosi yang akan dilakukan.
Pembangunan dalam sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara juga dapat dilihat dari infrastruktur yang dimilikinya. Infrastruktur sutau daerah sangat mempengaruhi daya tarik dalam sektor pariwisata. Kenyataannya, potensi yang dimiliki Kabupaten Kutai Kartanegara, pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata belum optimal dalam proses pemerataan pembangunan pariwisata dengan baik bahkan sampai saat ini, sarana dan prasarana dan akses menuju lokasi wisata masih kurang, dan pelayanan masih sangat terbatas. Padahal, para wisatawan yang datang mengharapkan adanya pelayanan yang baik agar memberikan kepuasan dalam tuntutan atraksi wisatanya.
4. Tidak terimplementasinya kebijakan dalam hal ini Peraturan Daerah (Perda)
Pemerintah dalam mengelola pariwisata di Kabupaten Kukar tentu membuat sebuah kebijakan, hal ini tertuang pada Perda No 19 Tahun 2016 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kab Kutai Kartanegara Tahun 2016-2025 yang kemudian dijadikan landasan. Peraturan daerah ini membahas mengenai strategi pembangunan, pemasaran dan lain-lain. Tetapi, pada kenyataannya dilapangan peraturan daerah ini belum terimplementasikan sehingga muncul beberapa masalah dalam sektor pariwisata kabupaten Kutai Kartanegara.
AGENDA KEBIJAKAN APA YANG HARUS DILAKUKAN
Sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya yang melimpah, Kutai Kartanegara merupakan daerah yang memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, salah satunya adalah sektor pariwisata. Namun sampai hari ini, pengembangan pariwisata kabupaten belum memadai sehingga kabupaten Kutai Kartanegara belum dikenal sebagai daerah yang kaya akan pariwisata. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu sumber daya manusia yang belum mendukung sehingga pengelolaan pariwisata belum efektif. Pembangunan dalam sektor pariwisata juga menjadi penyebab yang paling utama karena banyak destinasi wisata yang memiliki infrastruktur yang tidak mendukung,
1. Membuat kebijakan atau regulasi yang selaras antara pusat dan daerah terkait perencanaan dan pengelolaan pariwasata yang berbasis ekowisata
Dalam dunia pengembangan pariwisata, salah satu ancaman besarnya adalah rusaknya lingkungan yang tercemar oleh aktivitas manusia atau pembangunan pariwisata yang tidak sesuai dengan syarat pembangunan pariwisata yang ramah lingkungan. Beberapa hasil penelitian menunjukkan hasil yang signifikan bahwa pembangunan kawasan pariwisata pasti akan berdampak pada kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah daerah Kutai Kartanegara perlu membuat sebuah regulasi atau kebijakan yang selaras antara pusat dan daerah terkait perencanaan dan pengelolaan pariwisata yang berbasis ekowisata.
2. Pelatihan yang memfokuskan pada sumber daya manusia guna meningkatkan kemampuan dan pengetahuan di sektor pariwisata terkait pelayanan dan manajemen pariwisata
Sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Kutai Kartanegara tidak didukung oleh sumber daya manusia. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan dan keterampulan sumber daya manusia dalam mengelola pariwisata sangat penting dilakukan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yaitu dengan memberikan pelatihan secara berkala dan juga mekanisme pendidikan dan latihan (diklat) perlu di desain secara baik. dan pemerintah hendaknya memberikan pelatihan mengenai kepariwisataan kepada pengelola dan masyarakat agar memiliki keterampilan dalam menjalankan kegiatan pariwisata.
3. Meningkatkan daya saing melaui platform digital
Meningkatkan daya saing melalui platform digital adalah salah satu langkah strategis yang penting dalam era transformasi digital saat ini. Platform digital, seperti situs web, media sosial, aplikasi mobile, dan e-commerce, dapat membantu bisnis atau daerah untuk mencapai audiens yang lebih luas, meningkatkan efisiensi operasional, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan. Di era globalisasi dan modernisasi saat ini ada banyak terobosan baru yang kemudian dapat digunakan sebagai bentuk pemanfaatan media sosial. Ditengah kehidupan media sosial saat ini untuk meningkatkan daya saing melalui pemasaran pariwasata, dapat dilakukan dengan menggandeng influencer atau orang yang memiliki pengaruh pada media sosial. Membuat konten lalu membagikannya pada media sosial agar dapat dijangkau oleh khalayak banyak.
Penulis: M. Ghiffari Ramadhan B






