Nalurimedia.id, Samarinda – Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Markaca, mengungkapkan masih terdapat warga yang seharusnya masuk kategori penerima bantuan, namun tercatat dalam kelompok desil yang lebih tinggi.
Akibatnya, sebagian masyarakat kehilangan kesempatan memperoleh Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan pangan.
“Pendataan harus benar-benar sesuai kondisi di lapangan. Jangan sampai yang tidak berhak menerima bantuan, sementara masyarakat yang memang membutuhkan justru terlewat,” kata Markaca (9/7/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut berawal dari proses pendataan yang belum sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata masyarakat.
Oleh sebab itu, petugas sensus diminta tidak hanya mengandalkan keterangan dari warga, tetapi juga melakukan verifikasi bersama ketua RT yang mengetahui kondisi ekonomi setiap keluarga. Markaca menilai keterlibatan RT menjadi langkah penting untuk meminimalkan kesalahan klasifikasi.
Ia menyebut masih ada warga yang sebenarnya tergolong mampu tetapi mengaku kurang mampu, sementara masyarakat berpenghasilan rendah justru tidak tercantum sebagai penerima bantuan.
“RT lebih memahami kondisi warganya. Kalau pendataan dilakukan sendiri oleh petugas tanpa verifikasi, potensi salah data akan lebih besar,” ujarnya.
Selain itu, Komisi I DPRD Samarinda juga mendorong pemerintah melakukan pembaruan data kesejahteraan masyarakat secara berkala agar tetap sesuai dengan kondisi terkini.
Perubahan keadaan ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan atau menurunnya pendapatan, dinilai harus segera tercatat dalam basis data penerima bantuan sehingga penyaluran bantuan tetap tepat sasaran.
“Data itu harus terus diperbarui karena kondisi ekonomi masyarakat bisa berubah. Jangan sampai orang yang sekarang sudah kesulitan ekonomi tetap dianggap mampu hanya karena memakai data lama,” kata Markaca.
Ia menegaskan bahwa validitas data merupakan kunci utama agar penyaluran bantuan sosial berlangsung secara adil, tepat sasaran, serta tidak menimbulkan ketimpangan di tengah masyarakat.Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih singkat dengan gaya penulisan media daring. Pungkasnya (*)






