Nalurimedia.id, Balikpapan – Sebanyak 62 rumah dinas yang ditempati prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tiga kawasan asrama Kota Balikpapan kini telah selesai diperbaiki. Kodam VI/Mulawarman juga menyiapkan lanjutan program berupa renovasi 20 unit rumah serta pembangunan 32 unit hunian baru tipe K-45.
Puluhan rumah yang telah direnovasi tersebut berada di tiga kawasan, terdiri atas 28 unit di Asrama Sentosa, 20 unit di Asrama Sepinggan, dan 14 unit di Asrama Tanjung Pura II. Seluruh pekerjaan telah mencapai 100 persen dan rumah dinyatakan siap digunakan.
Peresmian hasil renovasi dilakukan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman Krido Pramono di Perumahan Dinas Sentosa, Jalan Asrama Sentosa, Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Selasa (18/08/2026).
Dalam proyek tersebut, perbaikan tidak sebatas pada bangunan rumah. Penataan kawasan lingkungan serta penyediaan berbagai fasilitas pendukung turut dilakukan dengan memperhatikan mutu pekerjaan, waktu pelaksanaan, dan aspek keselamatan.
Krido menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam menyelesaikan program tersebut. Menurutnya, peresmian hunian yang telah diperbaiki menjadi semakin istimewa karena dilaksanakan tidak jauh dari momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Momentum ini menjadi semakin bermakna karena dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026,” ujar Krido.
Ia menjelaskan, penyediaan rumah dinas yang layak merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap kesejahteraan prajurit, PNS, dan keluarga mereka. Hunian yang nyaman dinilai dapat memberikan ketenangan bagi keluarga sehingga personel dapat lebih fokus dalam melaksanakan tugas.
“Tersedianya tempat tinggal yang layak, aman dan nyaman akan memberikan ketenangan serta rasa nyaman bagi keluarga, sehingga turut mendukung kesiapan dan semangat prajurit dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” katanya.
Krido juga mengungkapkan kondisi rumah dinas di kawasan tersebut pada masa lalu. Saat pertama kali bertugas di lingkungan itu pada 2011, ia masih mendapati sejumlah rumah dengan kondisi yang kurang memadai, mulai dari dinding kayu, atap seng yang bocor hingga instalasi listrik bermasalah.
“Saat saya masuk sini tahun 2011, masih ada rumah yang dindingnya kayu, kemudian atapnya seng, ada yang bocor, listriknya juga rusak,” ungkapnya.
Bahkan, pengalaman selama tinggal di kawasan tersebut menyisakan cerita tersendiri bagi Krido. Ia mengaku pernah menemukan ular kobra ketika menempati salah satu rumah dinas.
“Waktu itu saya berdoa, apabila saya menjadi pimpinan di sini, insyaallah saya akan memperbaiki rumah-rumah yang masih kayu, yang bocor dan listriknya rusak. Alhamdulillah sekarang bisa terwujud,” tuturnya.
Penyelesaian 62 unit rumah tersebut belum menjadi akhir dari program penataan hunian. Kodam VI/Mulawarman kini melanjutkan pekerjaan pada 20 rumah tipe K-45 sebagai bagian dari tahap berikutnya.
“Jangan sampai depannya bagus, belakangnya jelek. Ada yang iri, ada yang lapor. Sudah kita bongkar, termasuk insyaallah masjid juga mungkin sekitar sebulan lagi selesai,” ujarnya.
Selain memperbaiki rumah yang sudah ada, Kodam VI/Mulawarman menyiapkan pembangunan 32 unit rumah baru tipe K-45. Rencananya, pembangunan tersebut dilakukan di kawasan Sepinggan dan Tanjung Pura II mulai Agustus 2026.
Penataan kawasan akan dilakukan secara bertahap mengingat jumlah keseluruhan hunian prajurit di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 300 rumah yang masih membutuhkan peningkatan kualitas.
“Harapan besar kita, semuanya memang ada sekitar 300-an rumah. Tetapi apa yang tidak mungkin ketika Allah memberikan rezeki yang banyak buat kita, insyaallah bisa terwujud,” katanya.
Krido berharap pembenahan hunian tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi keluarga prajurit sekaligus meningkatkan moral dan motivasi personel dalam menjalankan tugas. Ia juga mengingatkan para penghuni agar menjaga serta merawat rumah yang telah diperbaiki.
“Semoga rumah ini membawa keberkahan, kenyamanan, dan kebahagiaan bagi keluarga,” pungkasnya.






