Ketua DPRD Samarinda Dukung Percepatan IKD untuk Tingkatkan Akurasi Data Penduduk

Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mendukung percepatan penerapan IKD untuk meningkatkan akurasi data kependudukan.

Nalurimedia.id, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, jumlah penduduk administrasi Samarinda saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan. Masih banyak warga yang tinggal dan bekerja di Kota Tepian, tetapi tetap menggunakan KTP daerah asal.

“Kalau bicara identitas penduduk, sebenarnya jumlah penduduk kita cukup besar. Cuma masalahnya masih banyak yang berdomisili di Samarinda, tetapi identitasnya bukan Samarinda,” ujarnya, Minggu (26/7).

Menurut Helmi, kondisi tersebut berdampak pada sejumlah aspek administrasi pemerintahan, termasuk perhitungan alokasi kursi DPRD. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), jumlah penduduk administrasi Kota Samarinda saat ini masih berada di kisaran 889 ribu jiwa.

“Kalau masih di bawah satu juta penduduk, 45 jumlah kursi DPRD belum bisa bertambah. Padahal berdasarkan kondisi fisik, penduduk Samarinda diperkirakan sudah lebih dari satu juta jiwa,” katanya.

Ia menilai percepatan implementasi IKD, yang disertai penyederhanaan proses layanan administrasi kependudukan, dapat menjadi solusi untuk mendorong masyarakat memperbarui data kependudukannya.

Selama ini, lanjut Helmi, masih banyak pendatang yang enggan mengurus perpindahan administrasi karena prosesnya dianggap berbelit dan mengharuskan pencabutan berkas dari daerah asal.

“Pendatang itu sering mengeluh karena administrasinya banyak tahapannya. Akhirnya mereka malas mengurus. Kalau nanti sistemnya lebih mudah dan bisa dilakukan secara online, saya yakin akan lebih banyak warga yang ber-KTP Samarinda,” jelasnya.

DPRD Kota Samarinda, kata Helmi, memberikan dukungan penuh terhadap langkah Disdukcapil dalam memperluas penerapan IKD. Meski demikian, ia menekankan pentingnya sosialisasi yang lebih intensif agar masyarakat memahami manfaat dan kemudahan layanan tersebut.

“Tentu kami mendukung. Tinggal bagaimana sosialisasinya diperkuat. Selama ini orang pindah domisili harus cabut berkas dari daerah asal, sementara banyak yang tidak mau repot. Kalau dipermudah, saya kira jumlah penduduk administrasi Samarinda juga akan meningkat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *