Nalurimedia.id, Samarinda – Kondisi ekonomi global yang masih bergejolak dinilai perlu menjadi perhatian serius pemerintah, terutama terkait penguatan dolar Amerika Serikat yang berdampak pada nilai tukar rupiah. Situasi tersebut dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan serta menambah tekanan terhadap perekonomian masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai pelemahan rupiah saat ini perlu mendapat perhatian karena terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Kalau bicara kenaikan dolar, kita harus melihatnya dari sisi makroekonomi. Rupiah saat ini termasuk yang mengalami depresiasi cukup besar dibanding sejumlah negara di Asia maupun dunia,” kata Iswandi.
Ia menyebut dampak penguatan dolar tak hanya pada nilai tukar, tetapi juga berimbas pada kebijakan ekonomi dan biaya hidup masyarakat, termasuk kenaikan BBM dan beberapa komoditas.
Iswandi juga mengingatkan penurunan IHSG sebagai sinyal bahwa pasar sedang mengalami tekanan.
“IHSG juga mengalami penurunan cukup dalam. Ini menjadi sinyal yang perlu dicermati karena mencerminkan kondisi ekonomi yang sedang menghadapi tekanan,” ungkapnya.
DPRD Samarinda berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan ekonomi agar beban masyarakat tidak bertambah.
“Harapannya pemerintah bisa mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi. Yang paling penting, masyarakat tidak semakin terbebani akibat kondisi ini,” tutupnya.






