Belum Ada SMP, Anak-anak Loa Kumbar Butuh Akses Pendidikan Lanjutan

Ket foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.

Nalurimedia.id, Samarinda – Keterbatasan fasilitas pendidikan lanjutan menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat Loa Kumbar, Kelurahan Loa Buah, Samarinda. Keberadaan sekolah menengah pertama (SMP) dinilai perlu dipertimbangkan agar anak-anak di kawasan tersebut memiliki akses lebih mudah untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah dasar.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan sekolah dasar. Pemerintah juga perlu memperhatikan kesinambungan pendidikan agar siswa dapat melanjutkan sekolah tanpa menghadapi kendala akses yang berlebihan.

Saat ini, pendidikan dasar di Loa Kumbar telah tersedia melalui sekolah yang masih berstatus filial dari SDN 005. Sekolah tersebut menampung 50 siswa dengan dukungan delapan guru dan seorang penjaga sekolah.

“Untuk saat ini, SD di sana masih berstatus sekolah filial dari SDN 005,” jelas Puji pada Sabtu (17/10/2026).

Kondisi geografis Loa Kumbar yang memiliki akses jalan terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Jarak dan kondisi perjalanan dapat menjadi pertimbangan bagi orang tua ketika anak-anak harus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di luar kawasan tempat tinggal mereka.

Karena itu, kebutuhan sekolah lanjutan perlu menjadi bagian dari perencanaan pembangunan pendidikan di wilayah tersebut. Ketersediaan SMP diharapkan dapat memperluas kesempatan anak-anak untuk mengenyam pendidikan sekaligus mengurangi hambatan yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan sekolah mereka.

Meski demikian, penyediaan sekolah baru perlu didukung kajian menyeluruh. Pemerintah perlu memperhitungkan jumlah calon siswa, kebutuhan tenaga pendidik, ketersediaan lahan, fasilitas pembelajaran, serta aksesibilitas wilayah agar pembangunan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, peningkatan sarana pendidikan dasar juga tetap diperlukan. Fasilitas penunjang seperti perpustakaan dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang memadai bagi siswa.

Puji berharap kebutuhan pendidikan masyarakat Loa Kumbar mendapat perhatian dalam perencanaan kebijakan pendidikan di Samarinda. Menurutnya, kondisi wilayah yang sulit dijangkau seharusnya tidak mengurangi kesempatan anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

“Pemerataan pendidikan perlu memperhatikan kebutuhan anak-anak di setiap wilayah, termasuk kawasan yang aksesnya masih terbatas. Jangan sampai kondisi geografis menjadi penghalang bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya. adv/dprdsamarinda

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *