Nalurimedia.id, Samarinda – Upaya memperkuat kerja sama lintas daerah dalam penanganan banjir menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Salah satu langkah yang akan didorong yakni koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terkait pembangunan kolam retensi dan folder sebagai infrastruktur pengendali banjir di kawasan yang berbatasan.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo, menjelaskan pembangunan kolam retensi di kawasan Pampang masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran. Akibatnya, dari target pembangunan yang direncanakan mencakup sekitar 100 hektare, baru sebagian lahan yang dapat dikerjakan.
“Kota ini sedang membangun kolam retensi di Pampang. Tapi karena kendala anggaran, dari rencana sekitar 100 hektare, yang bisa dikerjakan baru sebagian saja,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Arie menyampaikan hingga saat ini DPRD belum menerima informasi resmi mengenai perkembangan koordinasi antara Pemerintah Kota Samarinda, Pemerintah Kabupaten Kukar, maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terkait kelanjutan pembangunan tersebut.
“Kalau kaitannya dengan koordinasi semua lini, kami di DPRD belum mendapat informasi. Mungkin dari dinas sudah ada komunikasi, tetapi kami belum mengetahuinya,” katanya.
Meski demikian, Komisi III DPRD Samarinda memastikan persoalan tersebut akan menjadi salah satu fokus pembahasan. Menurut Arie, kolaborasi antarpemerintah daerah sangat penting agar pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dapat berlangsung lebih optimal.
“Nanti akan kami tindak lanjuti terkait sinergi antara Kukar dengan Samarinda,” tuturnya.






