Nalurimedia.id, Samarinda – Persoalan kerusakan fasilitas pendidikan dasar masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota Samarinda. Ribuan ruang kelas di tingkat SD dan SMP dilaporkan mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat, sementara akses menuju sejumlah sekolah juga masih belum memadai.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan kondisi tersebut paling banyak ditemukan di sekolah-sekolah negeri yang berada di wilayah pinggiran kota. Menurutnya, berbagai keluhan terkait sarana dan prasarana pendidikan terus disampaikan masyarakat kepada DPRD.
“Karena lebih ke infrastruktur ya, karena memang ada 1.000 lebih ruang kelas yang rusak ringan sampai rusak berat,” terangnya, Kamis (11/6/2026).
Meski Kementerian Pendidikan telah menyerahkan hasil revitalisasi terhadap 102 satuan pendidikan di Kalimantan Timur pada Juni 2026, jumlah sekolah yang membutuhkan perbaikan di Samarinda masih tergolong tinggi.
Sri Puji mengungkapkan masih terdapat puluhan sekolah dasar berbahan kayu yang kondisinya memprihatinkan, mulai dari dinding yang lapuk hingga atap yang bocor. Selain persoalan fisik bangunan, sejumlah upaya perbaikan juga terkendala masalah status lahan.
Banyak SD Inpres, lanjutnya, berdiri di atas tanah milik perseorangan yang kini menjadi objek sengketa dengan ahli waris, sehingga proses renovasi maupun pembangunan kembali sulit dilakukan.
“Nah, ternyata begitu kita telusuri mengurus surat tanah itu antar pemerintah itu sulit sekali,” ucapnya.
Ia menambahkan, lambatnya proses pengurusan sertifikat tanah yang seharusnya dilakukan sejak awal pembangunan sekolah menjadi salah satu penyebab sejumlah rencana rehabilitasi tidak dapat segera direalisasikan.
Karena itu, Sri Puji meminta pemerintah daerah lebih memprioritaskan pemenuhan standar kelayakan sekolah dasar reguler sebelum mengembangkan fasilitas pendidikan bertaraf internasional.
“Jangan sampai seperti itu, semua dibiayai tapi kalau lokalnya masih belum memadai yang SD, nasib kedepannya akan seperti apa,” tegasnya.
Selain memperbaiki bangunan sekolah, ia juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan fasilitas pendukung lainnya agar masyarakat semakin yakin menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah negeri yang tersedia.
“Maksudnya seperti fasilitas yang harus dibaikin, ya dibaikin gitu, supaya orang mau memasukan anaknya ke sekolah sana,” pungkasnya.






