Nalurimedia.id – Lokasi pembangunan pelabuhan penumpang baru di Palaran dinilai tepat oleh DPRD Samarinda. Selain karena ketersediaan lahan, kawasan ini juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat ekonomi baru di wilayah selatan kota.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, menyebut bahwa keterbatasan ruang di pusat kota menjadi alasan utama mengapa Palaran dipilih.
“Kalau melihat kondisi pusat kota saat ini, sangat sulit membangun pelabuhan baru karena keterbatasan lahan. Maka Palaran jadi opsi paling realistis,” ungkap Joha, Rabu (25/6/2025).
Lebih lanjut, Joha mendorong keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha dalam mendukung pengembangan kawasan sekitar pelabuhan.
Menurutnya, fasilitas penunjang seperti penginapan, warung makan, dan transportasi lokal akan sangat dibutuhkan saat pelabuhan mulai beroperasi.
“Masyarakat dan investor bisa mulai menyiapkan usaha. Hotel, penginapan, atau usaha kuliner akan sangat potensial,” kata Joha.
Ia berharap pembangunan pelabuhan ini tidak hanya menjadi proyek fisik semata, tetapi menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru di Samarinda.
“Kalau dikelola dengan baik, pelabuhan ini bisa jadi pintu gerbang ekonomi baru. Tapi harus dirancang menyeluruh, tidak bisa setengah-setengah,” tutupnya.






