Nalurimedia.id – Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar), Zikri Umulda, menyampaikan strategi pengembangan sektor ekraf di tingkat kecamatan dengan pendekatan yang realistis.
Zikri menjelaskan pentingnya mengelola subsektor yang ada dan memfokuskan pada sektor-sektor yang dapat berkembang lebih dahulu.
Seperti yang diketahui, Kemenparekraf menerbitkan 17 sub sektor ekraf, yaitu:
Pengembangan Permainan,
Arsitektur,
Desain Interior,
Musik,
Seni Rupa,
Desain Produk,
Fesyen,
Kuliner,
Film, Animasi dan Video,
Fotografi,
Desain Komunikasi Visual,
Televisi dan Radio,
Kriya,
Periklanan,
Seni Pertinjukan,
Penerbitan,
Aplikasi.
“Karena saya juga tidak mendidik Kekraf Kecamatan itu sebagai pelaku. Kekraf Kecamatan itu adalah fasilitator untuk 17 subsektor. Tapi kalau memang tidak ada 17 subsektor di Kecamatan, kelola saja yang ada,” ujar Zikri, Senin (11/11/2024).
Ia mencontohkan Kecamatan Marangkayu yang hanya memiliki tiga subsektor ekonomi kreatif, yakni kriya, kuliner, dan musik. Menurutnya, tiga subsektor tersebut sudah cukup untuk dikembangkan lebih lanjut.
Zikri menekankan bahwa pengembangan subsektor yang ada harus dilakukan secara sistematis dan terencana.
“Kelola 3 itu sampai dengan berkembang pesat. Pada saat sudah berkembang pesat, baru kita temukan sektor lain yang ada di sana,” lanjutnya.
Pendekatan ini, kata Zikri, lebih realistis dan terukur dibandingkan mencoba mengembangkan subsektor yang belum ada atau belum mendukung di daerah tersebut.
Zikri berharap, ke depan, pengembangan ekraf di setiap kecamatan bisa dilakukan dengan langkah-langkah yang terukur dan berbasis pada potensi yang sudah ada, tanpa harus memaksakan subsektor yang belum siap.(DV/Adv)






