Nalurimedia.id – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) terus memperkuat pengelolaan ekonomi kreatif (ekraf) di wilayah kecamatan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan studi tiru ke Malang Creative Center (MCC). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antara pelaku ekraf dengan pemerintah kecamatan serta unsur terkait.
Zikri Umulda, Kepala Bidang Ekraf Dispar Kukar, menjelaskan kegiatan FGD di Malang tidak hanya sekadar kunjungan, tetapi merupakan kesempatan untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang pengelolaan ekraf di tingkat kecamatan.
“Fokus utama kami adalah belajar, bukan wisata. Dalam FGD ini, kami juga melibatkan camat Loa Janan, Pak Heri, yang sangat peduli terhadap pengembangan ekonomi kreatif di wilayahnya,” ungkap Zikri, Senin (11/11/2024).
Zikri menambahkan camat Loa Janan, Heri, menjadi contoh bagaimana pengelolaan ekraf dapat bersinergi dengan unsur-unsur Muspika di tingkat kecamatan.
“Pak Heri memaparkan bagaimana kolaborasi antara ekraf dan unsur terkait di kecamatan bisa berjalan efektif. Ini memberikan umpan balik yang luar biasa bagi para pelaku ekraf kecamatan lain,” ujar Zikri.
Menurut Zikri, salah satu tantangan yang dihadapi oleh ekraf kecamatan adalah kurangnya pemahaman mengenai pola kerja dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk menggerakkan ekraf secara optimal.
“Banyak kekraf kecamatan yang belum memahami bagaimana harus berkolaborasi, dan kegiatan studi tiru ke Malang ini sangat membantu mereka menetapkan langkah ke depan,” jelasnya.
Melalui studi tiru dan FGD ini, Zikri berharap dapat menciptakan pola kerja yang jelas dan sinergi yang kuat antara pelaku ekraf dan pemerintah kecamatan di seluruh wilayah Kukar. Dengan langkah ini, diharapkan Komite Ekonomi Kreatif di setiap kecamatan dapat berkembang lebih baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Kukar.(DV/Adv)






