Studi Tiru Ekraf Kukar: Pelajaran Berharga dari Malang Creative Center

Suasana studi tiru di MCC (Foto: Istimewa)

Nalurimedia.id – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara ( Dispar Kukar) terus berupaya meningkatkan pengelolaan ekonomi kreatif (ekraf). Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah dengan mengadakan kegiatan studi tiru ke Malang Creative Center (MCC) yang diikuti oleh 12 perwakilan ekraf dari kecamatan se-Kukar.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengelolaan ekonomi kreatif di tingkat kecamatan.

Zikri Umulda, Kepala Bidang Ekraf Dispar Kukar, menjelaskan inisiatif studi tiru tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara para pelaku ekraf kecamatan yang ingin belajar lebih dalam mengenai pengelolaan ekonomi kreatif.

“Kegiatan ini sudah direncanakan sejak awal saya menjabat, dengan tujuan agar para pelaku ekraf kecamatan dapat belajar tentang pengelolaan ekonomi kreatif,” ujar Zikri, Senin (11/11/2024).

Selama kunjungan ke Malang, para peserta mempelajari bagaimana MCC berhasil menjadi pusat ekonomi kreatif yang inovatif. Zikri mengungkapkan MCC awalnya juga mengalami tantangan besar dalam proses pengembangan.

“MCC Malang merupakan contoh yang luar biasa, tetapi mereka juga memulai dengan kolaborasi yang sangat sulit. Mereka mengatakan bahwa awal pengelolaannya berdarah-darah,” jelas Zikri, menggarisbawahi pentingnya kerjasama yang solid antara pengurus dan pengelola.

Selain itu, Zikri juga menyoroti perbedaan mendasar dalam pengelolaan MCC dengan ekraf di Kukar. Di Malang, MCC berada di bawah Dinas Koperasi karena dianggap sebagai bagian dari UMKM, sedangkan di Kukar, ekraf berada di bawah Dispar.

“Ekonomi kreatif di sana dikelola seperti UMKM, yang sebenarnya sejalan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2022 tentang pengembangan ekonomi kreatif,” tambah Zikri.

Dengan berbagai pembelajaran yang didapat dari Malang, Dispar Kukar berharap dapat menerapkan konsep-konsep yang relevan di Kukar, terutama dalam subsektor yang dominan seperti kuliner, kriya, fashion, fotografi, dan film.

Zikri menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif di Kukar dan meningkatkan daya saing para pelakunya di tingkat nasional.(DV/Adv).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *