Nalurimedia.id – Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman, Ali Sya’ban M., melayangkan ultimatum keras kepada Pertamina Patra Niaga Kalimantan terkait lambatnya realisasi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur yang digelar pada 9 April 2025 lalu.
Dalam RDP tersebut, Pertamina berkomitmen untuk menyediakan layanan bengkel gratis di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur bagi masyarakat yang kendaraannya mengalami kerusakan akibat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) resmi Pertamina. Namun hingga kini, janji tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan direalisasikan.
“Jangan hanya pandai duduk di ruang rapat dan mengumbar janji manis. Jika Pertamina tidak segera bertindak, kami pastikan akan turun kembali dengan massa yang lebih besar,” tegas Ali Sya’ban pada Senin (14/4).
Sebelumnya, PMII Cabang Samarinda telah menggelar aksi unjuk rasa pada 8 April 2025 di depan Kantor Pertamina Terminal BBM (TBBM) Samarinda. Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Ali Sya’ban selaku koordinator lapangan sebagai bentuk protes atas maraknya kerusakan kendaraan yang diduga disebabkan oleh BBM bermasalah.
“Kami sudah memberi waktu dan ruang untuk berdiplomasi. Namun jika tidak ada langkah konkret, PMII Cabang Samarinda tidak akan segan melakukan aksi lanjutan di depan TBBM Pertamina Samarinda,” ujarnya.
Ali menegaskan bahwa PMII akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Menurutnya, permasalahan ini bukan semata soal teknis pelayanan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab dan keberpihakan terhadap masyarakat.
“Rakyat sudah dirugikan. Jangan ditambah dengan membungkam aspirasi. Pertamina harus ingat, mahasiswa bukanlah musuh. Namun jangan pernah anggap kami akan diam ketika rakyat dikhianati,” tutupnya dengan nada tegas.






