Deni dorong peningkatan layanan transportasi umum bagi pelajar

Nalurimedia.id – Demi mewujudkan Samarinda beradab sesuai visi misinya, Pemerintah Kota Samarinda tengah berupaya meningkatkan layanan transportasi umum bagi pelajar dengan merencanakan pengadaan bus sekolah. Langkah ini diambil sebagai respons atas kebijakan yang melarang siswa membawa kendaraan pribadi ke sekolah, guna mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. Ia mengungkapkan bahwa usulan pengadaan bus sekolah telah dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2024 yang mewajibkan pemerintah menyediakan fasilitas angkutan umum, termasuk untuk pelajar.

“Secara pribadi, saya mengusulkan pengadaan bus sekolah untuk anak-anak. Namun, hal ini tentu harus mempertimbangkan kondisi jalan, kemampuan fiskal, dan berbagai faktor lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, Deni juga menyoroti kondisi angkutan kota (angkot) di Samarinda yang sudah tua dan berkapasitas kecil. Ia menyarankan peremajaan armada dengan menggantinya menjadi bus berkapasitas 20 hingga 45 penumpang, yang dinilai lebih efisien dan mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi pelajar.

Pun, Politisi Gerindra itu mendorong penerapan skema Buy The Service (BTS), di mana pemerintah bekerja sama dengan operator swasta untuk menyediakan layanan transportasi umum. Dalam skema ini, pemerintah menanggung biaya operasional, sementara masyarakat dapat menikmati layanan dengan tarif terjangkau. Ia mencontohkan keberhasilan Kota Batam yang telah menerapkan skema BTS sejak 2016.

Sebagai langkah awal, Deni menyarankan uji coba pengoperasian bus sekolah di beberapa wilayah strategis, seperti Sungai Kunjang, Samarinda Utara, dan Palaran, yang memiliki jarak cukup jauh dari pusat kota. Ia berharap Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda dapat merancang program ini dengan matang agar segera terealisasi.

“Jika tarifnya hanya sekitar Rp5 ribu, itu sudah sangat membantu anak-anak sekolah dan masyarakat untuk mendapatkan layanan transportasi yang lebih baik,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *