Nalurimedia.id – Aksi sejumlah anak yang bermain di atap Taman PKK di Jalan S. Parman mendapat perhatian publik. Perilaku tersebut dinilai berpotensi merusak fasilitas umum dan tidak sejalan dengan tujuan utama pembangunan taman tersebut.
Taman PKK dibangun dengan anggaran Rp5 miliar dari APBD 2024 dan saat ini masih dalam tahap penyelesaian akhir. Namun, insiden tersebut memunculkan kekhawatiran terkait kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penggunaan fasilitas publik secara tepat.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai bahwa meskipun tindakan tersebut kurang tepat, anak-anak tidak sepenuhnya dapat disalahkan.
Menurutnya, perilaku tersebut merupakan bentuk spontanitas mereka dalam menikmati fasilitas baru.
“Anak-anak memiliki naluri untuk bermain dan bereksplorasi. Wajar jika mereka merasa antusias terhadap fasilitas baru. Namun, hal ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa penggunaan fasilitas publik harus sesuai dengan peruntukannya,” ungkap Deni di Samarinda, Rabu (29/01/2025).
Deni menyarankan agar instansi terkait, khususnya yang bertanggung jawab atas pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), segera mengambil langkah-langkah edukatif kepada masyarakat.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memasang rambu-rambu atau petunjuk penggunaan taman.
“Keberadaan tanda peringatan, seperti larangan memanjat atau penggunaan fasilitas di luar fungsinya, sangat penting. Dengan adanya petunjuk yang jelas, masyarakat akan lebih memahami tata cara pemanfaatan fasilitas yang tersedia,” tambahnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak hanya perlu fokus pada pembangunan, tetapi juga harus memperhatikan pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun.
Langkah ini diperlukan agar fasilitas publik dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih lama.
“Pemeliharaan dan edukasi masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dengan pembangunan. Jika fasilitas yang baru selesai dibangun cepat rusak akibat kurangnya kesadaran pengguna, maka upaya yang telah dilakukan akan menjadi sia-sia,” jelasnya.
DPRD Samarinda berharap Pemkot lebih proaktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga fasilitas seperti Taman PKK dapat terawat dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga kota.






