Dispar Kukar Sosialisasikan SKKNI untuk Pengembangan Pariwisata Lokal

Nalurimedia.id – Sosialisasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bertajuk “Pengembangan Kapasitas SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berbasis SKKNI 2024” menjadi salah satu upaya strategis Dinas Pariwisata Kukar untuk memperkuat daya saing pariwisata lokal. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Kecamatan Samboja.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan SDM dan Ekraf, Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro, saat ditemui di kantornya Gedung B, Kompleks Perkantoran Bupati, Jalan. W Monginsidi, Lt 3, Kelurahan Timbau, Kecamatan. Tenggarong, Kukar, Kaltim.

“Itu dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, akan pentingnya standar kompetensi kerja, seperti itu,” katanya.

Terkait itu Antoni Kusbiantoro berharap, banyak masyarakat yang mengetahui pentingnya standar kompetensi kerja tersebut sehingga, berkeinginan untuk mengikuti pelatihan, dan uji sertifikasi kompetensi.

“Karena ada juga yang belum paham manfaatnya dari mengikuti itu semua. Tentu manfaatnya baik sekali, tapi ada beberapa masyarakat yang menganggap pelatihan ini hanya membuang waktu , dan berorientasi langsung ke hasil. Itu tidak papa, namun sebaiknya diimbangi dengan kemampuan SDM yang baik,” pungkasnya.

Sosialisasi SKKNI Kukar 2024, Upaya Tingkatkan Daya Saing Wisata Lokal DALAM rangka memperkuat daya saing sektor pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar sosialisasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Samboja selama dua hari, pada 30-31 Agustus 2024 lalu, dengan mengusung tema

“Pengembangan Kapasitas SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berbasis SKKNI 2024,” katanya.

Antoni Kusbiantoro, Kabid Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya standar kompetensi kerja dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata.

“Itu dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, akan pentingnya standar kompetensi kerja, seperti itu,” kata Antoni saat ditemui di Tenggarong.

Antoni menekankan bahwa sertifikasi kompetensi tidak hanya meningkatkan kualitas tenaga kerja, tetapi juga membantu pelaku wisata lokal lebih profesional dalam melayani wisatawan.

“Manfaatnya sangat baik. Namun, ada beberapa masyarakat yang masih menganggap ini hanya membuang waktu. Idealnya, hal ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk pengembangan SDM,” jelasnya.

Dengan program ini, Dispar Kukar berharap masyarakat dapat lebih aktif berpartisipasi dalam pelatihan dan uji sertifikasi kompetensi, sehingga pariwisata Kukar dapat tumbuh lebih profesional dan menjadi destinasi unggulan di Kalimantan Timur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *