Nalurimedia.id – Rumah Penjara Sanga-sanga, sebuah situs bersejarah di Kecamatan Sangasanga, menjadi destinasi wisata yang menyimpan cerita perjuangan masa lalu.
Bangunan ini berbentuk rumah panggung dari kayu ulin berkualitas tinggi, yang hingga kini tetap kokoh berdiri. Dengan enam ruangan sempit berukuran sekitar 3,10 x 1,85 meter, tempat ini dahulu menjadi saksi bisu penderitaan tahanan di masa penjajahan.
Masing-masing ruangan penjara dilengkapi sebuah pintu kecil dan dua ventilasi udara berteralis besi yang berada di atas pintu serta di sisi belakang.
Pada masa lalu, rumah penjara ini kerap dipadati tahanan hingga puluhan orang dalam satu ruangan. Sebagai pengaman tambahan, dinding bangunan ini awalnya dilengkapi kawat besi beraliran listrik untuk mencegah para tahanan melarikan diri.
Halaman depan Rumah Penjara Sanga-sanga juga memiliki daya tarik tersendiri dengan keberadaan sumur kuno yang diyakini sejaman dengan bangunan tersebut.
Sumur ini menambah nilai historis situs, memberikan gambaran tentang kehidupan di masa lalu ketika fasilitas ini berfungsi sebagai tempat penahanan oleh kolonial Belanda, Jepang, hingga masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1947.
Sebagai destinasi wisata sejarah, Rumah Penjara Sanga-sanga menawarkan pengalaman yang sarat nilai edukasi. Para wisatawan dapat melihat langsung bagaimana suasana yang dialami para tahanan di masa penjajahan.
Bangunan kayu ulin yang tahan waktu menjadi bukti keunggulan arsitektur masa lalu, sekaligus pengingat akan kerasnya perjuangan bangsa untuk meraih kemerdekaan.
Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara diharapkan dapat mengembangkan dan melestarikan situs ini agar tetap menjadi daya tarik wisata.
Dengan pengelolaan yang baik, Rumah Penjara Sanga-sanga tidak hanya menjadi tempat mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran generasi muda akan nilai-nilai perjuangan dan kemerdekaan.(DV/Adv)






