Nalurimedia.id – Cagar Budaya Pompa Angguk yang terletak di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi salah satu destinasi wisata bersejarah yang menarik untuk dikunjungi.
Tempat ini merupakan lokasi sumur minyak pertama di Sangasanga, yang ditemukan oleh Belanda pada tahun 1887. Keberadaan cagar budaya ini menjadi saksi bisu sejarah eksplorasi minyak di Kalimantan Timur.
Pompa Angguk, yang terbuat dari kayu ulin, dahulu merupakan mesin andalan untuk menyedot minyak mentah dari kedalaman 300-350 meter.
Pada masa kejayaannya, pompa ini mampu memproduksi hingga 4.000 barel minyak mentah per hari. Namun, seiring waktu, struktur kayu ulin mulai mengalami kerusakan, sehingga membutuhkan perhatian lebih untuk pelestarian.
Sebagai salah satu objek wisata sejarah di Sangasanga, Cagar Budaya Pompa Angguk menawarkan nilai edukasi yang tinggi bagi pengunjung.
Tempat ini tidak hanya menjadi simbol awal industri minyak di Kalimantan Timur, tetapi juga menunjukkan kemampuan teknologi pada masa lalu.
Keunikan struktur kayu ulin yang digunakan menjadi daya tarik tersendiri, mengingat kayu ini terkenal akan ketahanannya terhadap cuaca ekstrem.
Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara diharapkan dapat melakukan langkah konservasi terhadap cagar budaya ini agar tetap terjaga keasliannya.
Dengan menjadikannya sebagai destinasi wisata yang terawat, Pompa Angguk dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara yang tertarik dengan sejarah perminyakan Indonesia.
Selain itu, pengembangan fasilitas pendukung seperti jalur wisata dan pusat informasi dapat meningkatkan daya tarik tempat ini.
Mengunjungi Cagar Budaya Pompa Angguk tidak hanya memberikan pengalaman wisata yang unik, tetapi juga membawa pengunjung mengenal lebih dekat sejarah eksplorasi minyak di Kalimantan Timur.
Tempat ini menjadi pengingat akan masa lalu yang penuh perjuangan, sekaligus simbol penting bagi masyarakat Sangasanga dalam mengenang warisan sejarah mereka.(DV/Adv)






