Situs Kubur Tajau Gunung Selendang: Warisan Budaya Unik di Sangasanga

Nalurimedia.id – Situs Kubur Tajau Gunung Selendang yang terletak di Bukit Selendang, Kecamatan Sangasanga, menjadi salah satu destinasi wisata budaya bersejarah di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Berjarak sekitar 1 kilometer dari pusat kecamatan dan berada di tepi jalan raya, situs ini menawarkan keunikan tradisi penguburan kuno yang memanfaatkan tajau atau guci sebagai wadah penguburan.

Situs ini dikenal sebagai tempat penemuan 52 kubur tempayan (tajau) yang berisi tulang belulang manusia, seperti tulang rahang, tengkorak, dan fragmen tulang lainnya.

Tidak seperti kebanyakan tradisi penguburan lainnya, Situs Kubur Tajau Gunung Selendang tidak ditemukan bekal kubur, sehingga tergolong sebagai penguburan mumi dengan satu komponen.

Lokasinya yang berada di lereng bukit dekat sungai membuatnya semakin menarik bagi wisatawan yang ingin mempelajari sejarah penguburan kuno di Kalimantan.

Keunikan lain dari situs ini adalah ragam tajau yang ditemukan, terbagi menjadi dua jenis berdasarkan bentuknya: tajau berbadan ramping dan tajau berbadan tambun.

Tajau berbadan ramping dihiasi dengan motif naga, awan, geometris, dan flora, sementara tajau berbadan tambun cenderung memiliki pola sederhana tanpa hiasan.

Selain itu, penutup tajau berupa piring keramik dengan motif khas Guangdong, Cina Selatan, dari abad ke-17 hingga ke-20 menunjukkan adanya pengaruh budaya luar dalam tradisi setempat.

Sebagai situs kubur tajau terbesar di Kalimantan, Kubur Tajau Gunung Selendang memiliki daya tarik tersendiri. Situs ini berbeda dengan tradisi penguburan masyarakat Dayak lainnya yang biasanya ditemukan di dalam gua, seperti di Gua Malui di Kalimantan Selatan atau Batu Lakak di Kalimantan Tengah.

Warisan budaya yang ditemukan di Gunung Selendang ini menjadi bukti pentingnya pelestarian tradisi kuno dan nilai sejarah di Kutai Kartanegara.

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara diharapkan dapat menjadikan Situs Kubur Tajau Gunung Selendang sebagai destinasi wisata unggulan.

Dengan melibatkan komunitas lokal dan menambah fasilitas pendukung, situs ini berpotensi menarik wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati keunikan budaya dan sejarah Kalimantan Timur.(DV/Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *