Nalurimedia.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menyelenggarakan Workshop Musik Berbasis Kompetensi yang diikuti oleh 40 orang pelaku ekonomi kreatif, terutama yang tergabung dalam komunitas musik di Tenggarong dan kecamatan-kecamatan se-Kukar.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan anggota komunitas musik yang mencakup berbagai genre, mulai dari band, penyanyi solo, rap, hiphop, dangdut koplo, hingga studio musik, yang digelar di lantai dua Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong.
Workshop ini memberikan pelatihan tentang pengembangan karir dan profesionalisme di industri musik, yang diharapkan dapat memperkuat sektor ekonomi kreatif di Kutai Kartanegara.
Dengan dihadirkannya berbagai narasumber berkompeten, peserta diajak untuk memahami cara mengelola karir musik mereka serta mengembangkan kreativitas yang dapat mendukung potensi wisata daerah.
Sugiarto, PlT Kepala Dispar Kukar, menjelaskan bahwa salah satu tujuan dari workshop ini adalah untuk memfasilitasi komunitas-komunitas musik agar bisa berperan dalam mempromosikan destinasi wisata di Kutai Kartanegara.
“Dengan hadirnya komunitas-komunitas musik di tempat-tempat destinasi bisa membantu untuk mempromosikan destinasi wisata tersebut,” ujar Sugiarto, Jumat (22/11/2024).
Ia berharap agar komunitas-komunitas ini dapat mengisi acara di destinasi wisata dan memperkenalkan Kukar sebagai tujuan wisata yang menarik.
Sugiarto menekankan bahwa Dispar Kukar akan terus mendukung perkembangan komunitas musik di seluruh kecamatan, tidak hanya sebagai bagian dari ekonomi kreatif tetapi juga sebagai elemen penting dalam pariwisata.
“Dispar akan menfasilitasi agar kegiatan komunitas-komunitas ini bisa tersalurkan, semoga kedepan bisa mengisi destinasi wisata, dan Dispar akan memfasilitasinya,” tambahnya.
Dengan dukungan tersebut, ia berharap komunitas musik dapat turut berperan dalam mengembangkan ekonomi kreatif di daerah melalui seni dan musik.
Dengan workshop ini, Dispar Kukar berharap dapat memberikan peluang baru bagi para pelaku musik untuk mengembangkan karir dan berkontribusi dalam promosi pariwisata lokal.
“Mari kembangkan ekonomi kreatif di Kecamatan melalui musik,” tutup Sugiarto, mengajak seluruh peserta untuk berkolaborasi dan menggali potensi mereka di dunia musik.(DV/Adv)






