Nalurimedia.id – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) melalui Kabid Ekonomi Kreatif (Ekraf), Zikri Umulda, baru-baru ini mengungkapkan pengalaman menarik dalam studi tiru yang dilakukan tim Ekraf ke RW 5, Kelurahan Kebonsari, Malang.
Dalam kunjungan tersebut, tim Dispar Kukar mengunjungi komunitas yang dikenal dengan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal.
Zikri menjelaskan bahwa RW 5, yang dikenal sebagai RW Literasi, menyambut kedatangan mereka dengan penuh kehangatan.
“Kami disambut dengan budaya-budaya mereka, dan yang paling mengesankan adalah adanya pengrajin harpa mulut, Mas Bejo, yang sudah diakui oleh UNESCO,” ujar Zikri menceritakan pengalaman tersebut, pada Senin (11/11/2024).
Pengrajin ini dikenal luas berkat keahliannya yang luar biasa dalam menciptakan harpa mulut, sebuah warisan budaya yang diakui dunia.
Menurut Zikri, pesan dari Mas Bejo sangat membekas bagi para peserta studi tiru.
“Cintai aja apa yang kamu kerjakan. Untuk masalah bagaimana orang menghargai karyamu, itu urusan belakang. Berkaryalah dulu,” kata Zikri menirukan kata-kata bijak dari Mas Bejo yang disampaikan selama pertemuan tersebut.
Hal ini menjadi inspirasi bagi tim Ekraf Kukar untuk lebih fokus pada proses kreatif tanpa terlalu terbebani oleh bagaimana karya mereka diterima orang lain.
Zikri menambahkan bahwa kunjungan ini menjadi penting untuk memberikan perspektif baru bagi tim Ekraf di Kecamatan Kutai Kartanegara. Pembelajaran yang diperoleh di RW 5 diharapkan bisa diterapkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerahnya.
“Kami ingin mengimplementasikan semangat berkarya yang tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada proses kreatif yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dengan pengalaman berharga tersebut, Dispar Kukar berkomitmen untuk terus memajukan sektor ekonomi kreatif di Kukar, terutama dalam bidang pelestarian budaya yang menjadi salah satu fokus utama mereka.
Zikri berharap bahwa pengalaman ini bisa menjadi motivasi bagi generasi muda di Kukar untuk terus berkarya dan menjaga kebudayaan daerah.(DV/Adv)






